Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah terus mematangkan kesiapan transformasi industri nasional. Di antaranya adalah industri tekstil hingga pengembangan teknologi semikonduktor bagi sektor otomotif dan elektronik. Tahap awal revitalisasi menyeluruh akan dilakukan pada rantai pasok industri tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa fokus utama rapat diarahkan pada penguatan fondasi industri tekstil dan garmen nasional. Presiden, kata Teddy, menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh pada rantai pasok agar industri tersebut kembali kompetitif. ”Pertama, Bapak Presiden meminta untuk dilakukannya penguatan dalam industri tekstil atau garmen, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga memberi perhatian serius pada sektor otomotif dan elektronik. Pemerintah mendorong masuknya investasi pengembangan teknologi semikonduktor sebagai langkah awal membangun industri chip nasional. Dalam rapat yang sama, dibahas pula kesiapan pelaksanaan enam proyek hilirisasi baru dengan total nilai investasi mencapai USD 6 miliar bulan depan.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan tentang pengembangan smelter aluminium berbasis alumina dan fasilitas smelter grade alumina (SGA) dari bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat. ”Selain itu, terdapat proyek fasilitas produksi bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah, serta pengembangan pengolahan kelapa terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, yang saat ini sudah berjalan,” ujar Rosan.
Proyek lain yang masuk dalam agenda peletakan batu pertama meliputi pengembangan fasilitas bioetanol dan lima fasilitas budidaya unggas. Rangkaian proyek tersebut diharapkan memperkuat agenda hilirisasi dan memperluas nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI