Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Tingginya minat masyarakat yang hendak kembali ke Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna membuat tiket KM Bukit Raya untuk keberangkatan dari Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kabupaten Bintan, pada Selasa (13/1) ludes terjual.
Lonjakan penumpang terjadi sejak beberapa hari terakhir dan terus meningkat seiring berakhirnya masa libur.
Berdasarkan pantauan di aplikasi Pelni Mobile, seluruh kursi yang tersedia untuk rute tersebut telah habis dibeli.
Kondisi ini membuat banyak calon penumpang tidak lagi menemukan pilihan tiket, meski terus memantau ketersediaan setiap hari. Padahal, sebagian besar warga Anambas dan Natuna sangat bergantung pada KM Bukit Raya sebagai moda transportasi utama untuk kembali ke daerah mereka.
KM Bukit Raya dinilai lebih aman dan nyaman, terutama di tengah kondisi cuaca laut yang tidak bersahabat dalam beberapa hari terakhir.
Meski tiket telah habis terjual, sejumlah calon penumpang masih berharap PT Pelni membuka kuota tambahan. Mereka berharap ada kebijakan khusus mengingat tingginya kebutuhan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
Salah seorang calon penumpang, Nanda, yang hendak menuju Letung, mengaku telah memantau ketersediaan tiket selama beberapa hari terakhir. Namun hingga Minggu (11/1), tidak ada satu pun kursi yang kembali tersedia di aplikasi.
“Tiket sudah habis. Saya pantau di aplikasi Pelni Mobile beberapa hari belakangan ini, tidak kunjung tersedia seat,” ujar Nanda dengan nada kecewa.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem membuat dirinya tidak berani menggunakan kapal feri. Ia khawatir terhadap keselamatan penumpang jika harus menyeberang dengan kapal kecil saat gelombang laut tinggi.
Apalagi, beberapa hari sebelumnya sejumlah kapal feri tujuan Anambas dan Natuna terpaksa tidak berangkat karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 meter.
“Dalam kondisi seperti ini, KM Bukit Raya jauh lebih aman karena kapalnya besar dan lebih stabil. Kami berharap Pelni bisa membuka kuota tambahan. Kalau tidak ada seat, non-seat pun tidak masalah,” katanya.
Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan kewenangan penambahan kuota tiket sepenuhnya berada di pihak pusat. Pihak cabang daerah tidak dapat mengambil keputusan sendiri terkait penambahan kapasitas penumpang.
Menurut Putra, Pelni tetap menjalankan operasional sesuai ketentuan keselamatan dan kapasitas kapal yang telah ditetapkan. Pelni juga tidak dapat menambah penumpang tanpa persetujuan dari pusat.
“Penumpang kami imbau untuk terus memantau aplikasi Pelni Mobile. Bisa saja ada penumpang yang membatalkan keberangkatan sehingga kursi kembali tersedia,” ujar Putra.
Ia menegaskan, Pelni mengutamakan keselamatan pelayaran dan tidak akan mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang diizinkan, meskipun permintaan masyarakat sedang tinggi. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY