Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Target raupan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2026 meningkat menjadi Rp16 miliar per tahun.
Kepala Baznas Kepri Arusman Yusuf mengatakan, penerimaan ZIS pada 2025 telah mencapai target yang ditetapkan, yakni Rp15 miliar. Capaian tersebut menjadi dasar peningkatan target pada tahun ini.
“Target zakat memang meningkat setiap tahun. Namun, kami optimistis bisa tercapai setiap tahunnya,” ujar Arusman, Minggu (11/1).
Ia merinci, penerimaan ZIS masih didominasi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, dengan nilai mencapai sekitar Rp500 juta per bulan.
Selain itu, sumber ZIS juga berasal dari zakat perusahaan swasta, para muzaki, serta dana infak dan sedekah yang dihimpun Baznas Kepri.
“Kami akan melakukan sosialisasi secara masif ke dinas-dinas yang belum maksimal dalam pembayaran zakat, termasuk ke perusahaan dan para muzaki,” tambahnya.
Di sisi lain, Baznas Kepri juga menjalankan program Gerakan Gemar Berinfak (Gempak) Gen Z yang menyasar pelajar, mulai dari SMA, SMK, SLB, hingga MAN negeri maupun swasta.
Program tersebut dijalankan dengan mendistribusikan kotak infak ke sekolah-sekolah. Dana infak yang terkumpul nantinya akan dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk menunjang berbagai program positif di lingkungan pendidikan.
“Uang infak itu bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak, seperti ruang kelas atau kamar mandi,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY