Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Cara Mudah Mengatasi Ban Motor Matic Goyang, Simak 6 Solusi Ini!

JAKARTA (BP) – Ban motor matic yang terasa goyang atau oleng saat digunakan tentu bikin tidak nyaman, bahkan bisa memicu rasa panik saat berkendara. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena berkaitan langsung dengan kestabilan dan keselamatan kamu di jalan, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau melewati jalan rusak.

Setelah mengetahui berbagai penyebab ban belakang motor matic goyang, langkah berikutnya yang tak kalah penting adalah memahami cara mengatasinya.
Dengan penanganan yang tepat, masalah ini bisa diatasi sejak dini sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Berikut 6 solusi yang bisa kamu lakukan seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Perbaiki atau Ganti Velg
Salah satu penyebab utama ban motor terasa goyang adalah kondisi velg yang sudah tidak sempurna, seperti penyok, retak, atau bahkan berkarat. Velg yang rusak membuat putaran roda tidak seimbang dan memicu getaran saat motor melaju.

Jika kerusakan velg tergolong parah, solusi paling aman adalah menggantinya dengan velg baru yang sesuai standar motor. Namun, bila kerusakan masih ringan, kamu masih bisa melakukan press velg atau menambal bagian yang retak di bengkel khusus.
Untuk mengeceknya, gunakan standar dua, lalu putar roda dan perhatikan apakah putarannya lurus dari arah depan maupun belakang.

2. Kencangkan Mur dan Baut yang Kendur
Mur atau baut yang kendor sering kali menjadi biang keladi motor terasa goyang tanpa disadari. Kondisi ini bisa terjadi pada mur roda, stang, hingga bagian bearing roda depan dan belakang.

Kamu disarankan rutin mengecek semua mur dan baut tersebut. Jika menemukan yang kendor, segera kencangkan kembali dengan alat yang sesuai. Cara sederhana untuk mengetesnya adalah dengan menggoyangkan roda ke arah kanan dan kiri. Jika terasa longgar, besar kemungkinan ada mur di bagian roda yang belum terpasang dengan benar.

3. Periksa Kondisi Shockbreaker
Shockbreaker memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan motor, terutama saat melewati jalan tidak rata. Masalah yang sering muncul biasanya pada karet bantalan yang sudah mengeras, tidak rapat, atau bahkan pecah, sehingga membuat stang dan komstir terasa tidak stabil.

Jika bantalan karet bergeser atau pemasangannya tidak tepat, motor akan mudah oleng saat dikendarai. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya kamu membawa motor ke bengkel. Montir yang berpengalaman akan mengganti bantalan karet yang rusak dan menyetel shockbreaker agar kembali bekerja optimal.

4. Isi Angin Ban Sesuai Tekanan
Ban yang kekurangan angin juga bisa membuat motor terasa goyang dan berat saat dikendarai. Tekanan angin yang tidak sesuai membuat permukaan ban tidak menapak sempurna di jalan.

Solusinya cukup mudah, yaitu mengisi angin ban sesuai dengan tekanan yang direkomendasikan pabrikan. Hindari membiarkan ban terlalu kempes karena selain tidak stabil, kondisi ini juga meningkatkan risiko ban bocor atau cepat rusak.

5. Ganti Ban jika Sudah Tidak Layak
Jika penyebab goyang berasal dari kondisi ban itu sendiri, seperti sudah aus, benjol, atau tidak rata, maka mengganti ban baru bisa menjadi solusi terbaik. Namun, kamu tidak disarankan langsung mengganti ban tanpa pemeriksaan terlebih dahulu karena harga ban cukup mahal.

Sebaiknya konsultasikan kondisi motor ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya. Teknisi akan mengecek seluruh komponen terkait dan menentukan apakah ban masih bisa digunakan atau memang harus diganti. Pastikan ukuran ban sesuai dengan velg dan standar motor, serta hindari menggunakan ban bekas demi keamanan.

6. Bawa Motor ke Bengkel Tepercaya
Jika kamu ragu memperbaiki sendiri atau masalah tidak kunjung teratasi, langkah paling aman adalah membawa motor ke bengkel terpercaya. Bengkel resmi biasanya menyediakan suku cadang asli dan teknisi yang sudah terlatih, sehingga penanganannya lebih tepat.

Dengan pemeriksaan menyeluruh, semua komponen yang bermasalah bisa langsung ditangani. Cara ini memang membutuhkan biaya, tetapi jauh lebih aman dibandingkan membiarkan motor tetap digunakan dalam kondisi tidak stabil. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : Alfian Lumban gaol