Buka konten ini

BATAM (BP) – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam menegaskan perannya sebagai penghubung sekaligus penggerak ekosistem ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar selaras dengan kebutuhan industri.
Ketua HKI Batam, Adhy, mengatakan HKI berupaya memastikan kebutuhan tenant kawasan industri dapat terintegrasi dengan program pemerintah serta dunia pendidikan. Dengan begitu, lulusan yang dihasilkan benar-benar siap kerja dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
“Peran HKI adalah menjembatani agar kebutuhan industri bisa bertemu dengan program pemerintah dan dunia pendidikan, sehingga tidak lagi terjadi mismatch keterampilan,” ujarnya, Jumat (9/1).
Salah satu langkah konkret yang didorong HKI adalah percepatan pencocokan kandidat tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sistem rekrutmen berbasis kompetensi.
Adhy mencontohkan peluncuran platform Manajemen Talenta Batam (MANTAB) oleh BP Batam yang dinilai efektif menjembatani kampus, komunitas, dan korporasi. Platform tersebut diharapkan mampu menekan ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja sekaligus membuat proses rekrutmen di kawasan industri lebih efisien.
Selain itu, HKI juga aktif memberikan masukan kepada lembaga pendidikan vokasi, mulai dari SMK, politeknik, hingga Balai Latihan Kerja (BLK). Masukan tersebut mencakup penguatan kompetensi teknis, pembentukan budaya kerja industri, serta pemenuhan keterampilan dasar yang kerap menjadi penentu diterimanya tenaga kerja.
“Tujuannya agar lulusan sudah link and match sejak awal, bukan lagi belajar dari nol ketika sudah masuk ke pabrik,” jelasnya.
HKI juga mendorong agar program pelatihan yang diselenggarakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil perusahaan. Pada 2025, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam membuka pelatihan berbasis kompetensi bagi warga ber-KTP Batam.
Berdasarkan laporan Antara, pelatihan tersebut menyediakan kuota 845 peserta dengan 23 jenis pelatihan dan mendapat antusiasme pendaftar yang sangat tinggi.
“Ini menjadi ruang kolaborasi yang baik agar materi, standar, dan output pelatihan semakin selaras dengan kebutuhan tenant kawasan industri,” pungkasnya. (***)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : RATNA IRTATIK