Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Bank Mandiri kian memantapkan perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Hingga akhir Desember 2025, bank pelat merah itu telah mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Dari sisi kualitas pembiayaan, portofolio KUR Bank Mandiri tetap solid dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di bawah 1 persen. Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan, kinerja penyaluran KUR mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
“Dukungan KUR ini bukan semata soal pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing,” kata Riduan, Jumat (9/1).
Sepanjang 2025, penyaluran KUR Bank Mandiri didominasi sektor produksi dengan porsi 61,54 persen atau setara Rp 25,13 triliun. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar mencapai Rp12,75 triliun atau 31,23 persen dari total penyaluran.
Selain itu, sektor jasa produksi menyerap KUR sebesar Rp 8,76 triliun (21,45 persen), diikuti industri pengolahan Rp3,03 triliun (7,43 persen), serta sektor perikanan sebesar Rp562 miliar (1,38 persen). “Melalui skema pembiayaan berkelanjutan ini, Bank Mandiri berkomitmen mendorong pergerakan ekonomi nasional, khususnya pada sektor-sektor produktif,” lanjut Riduan.
Memasuki 2026, Bank Mandiri menyatakan siap mempercepat penyaluran KUR melalui penguatan sinergi di dalam Mandiri Group serta optimalisasi ekosistem digital. Dengan langkah tersebut, KUR diharapkan semakin tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional. “UMKM yang tangguh akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan nasional,” pungkas Riduan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI