Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Purbaya pun mengungkap praktik-praktik curang yang membuat pendapatan negara bocor.
Dia menyebut praktik curang serius di sektor sawit. Sebanyak 10 perusahaan sawit besar terindikasi melakukan under invoicing dengan melaporkan nilai ekspor hingga 50 persen lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya dalam dokumen pabean. “Itu akan kita kejar ke depan dan mereka nggak bisa main-main lagi,” tegas Purbaya.
Under invoicing merupakan praktik manipulasi nilai barang dalam dokumen kepabeanan dengan tujuan mengurangi bea masuk, bea keluar, pajak impor, maupun pungutan ekspor.
Menurut Purbaya, praktik tersebut terdeteksi setelah pemerintah melakukan penelusuran detail terhadap aktivitas ekspor. “Kita akan kasih pesan ke mereka, ke depan nggak bisa begitu lagi. Kalau masih begitu, kita sikat perusahaannya. Saya nggak peduli,” katanya.
Tak hanya sektor sawit, Purbaya juga menyinggung temuan praktik penghindaran pajak di sektor baja dan bahan bangunan. Dia mengungkap adanya perusahaan baja asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia namun tidak membayar pajak, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).
“Yang saya tahu baja dan bahan bangunan. Pengusahanya dari Tiongkok, punya perusahaan di sini, jual langsung ke klien cash basis, enggak bayar PPN,” ungkapnya.
Untuk mencegah kebocoran berulang, Kementerian Keuangan akan terus memperbaiki sistem pengawasan. Teknologi digital hingga akal imitasi (AI) akan dimanfaatkan untuk mendeteksi anomali transaksi ekspor-impor secara lebih presisi. “Kita akan pakai teknologi AI dan sistem lainnya untuk memastikan semua potensi penerimaan negara kita dapatkan dan tidak bocor,” imbuhnya.
Purbaya mengaku telah mengantongi nama perusahaan tersebut. Bendahara negara itu secara terbuka mengkritik kinerja aparat pajak dan bea cukai yang belum optimal dalam mendeteksi praktik-praktik tersebut. “Kita akan rapikan organisasi Pajak dan Bea Cukai supaya bekerja lebih serius ke depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengungkap pesan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan saat retreat Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor. Presiden menyoroti praktik manipulasi nilai barang dan penghindaran pajak yang masih terjadi. “Saya disindir presiden. Dia bilang, apakah kita mau dikibulin terus oleh orang Pajak dan Bea Cukai? Itu pesan ke saya,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI