Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi melanda wilayah Karimun dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan kecelakaan di laut, seperti yang dialami speedboat pemancing di Perairan Tanjung Rambut, Coastal Area, Kecamatan Karimun, Kamis dini hari (8/1) pukul 01.00 WIB. Akibatnya, satu pemancing hilang dan belum ditemukan.
Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Adi Suhendra, menjelaskan bahwa pada pukul 12.00 WIB, kapal patroli Sat Polairud menerima laporan adanya orang hanyut dan diselamatkan oleh KM Sempurna di Perairan Pulau Pandan dengan koordinat 0°58’39.4”N – 103°30’25.2”E.
“Kapal patroli kami langsung menuju lokasi dan mengevakuasi tiga korban yang hanyut ke kapal patroli, yakni Misran, 45, Reski Febrianda, 19, dan Supriyanto, 25. Hasil pemeriksaan awal, mereka merupakan penumpang speedboat yang terbalik dihantam gelombang,” ujar Adi.
Dari keterangan korban, satu rekannya bernama Zainudin, 33, yang ikut dalam speedboat masih belum ditemukan. Speedboat dengan mesin Suzuki 200 PK tersebut berangkat dari Pintu Air Kolong, Sungai Lakam Barat, Rabu (7/1) pukul 23.00 WIB menuju Perairan Tanjung Rambut untuk memancing.
“Saat sampai lokasi tengah malam, angin semakin kencang. Pukul 01.00 WIB, speedboat mencoba menepi, tapi mesin tidak bisa dihidupkan sehingga terbalik dihantam gelombang. Penumpang terjatuh ke laut dan bertahan menggunakan jeriken minyak. Upaya pencarian sudah dilakukan, namun Zainudin belum ditemukan,” jelas Adi.
Humas Kantor Basarnas Tanjungbalai Karimun, Ilham Agusdian, membenarkan kecelakaan tersebut. Speedboat membawa empat orang dan mengalami peristiwa karena gelombang tinggi.
“Sejak laporan diterima, kami bersama kapal Sat Polairud dan Lanal Tanjungbalai Karimun langsung melakukan operasi SAR di sekitar lokasi dengan koordinat 01°07’42.7” N – 103°32’58.9” E,” ujar Ilham.
Tim SAR menurunkan satu kapal SAR RIB, Sat Polairud menurunkan kapal patroli, dan Lanal Tanjungbalai Karimun menurunkan kapal patroli Dolphin. Hingga Jumat sore, korban Zainudin belum ditemukan, dan pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GUSTIA BENNY