Buka konten ini

MANILA (BP) – Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan pada Jumat (9/1) untuk menemukan sedikitnya 38 orang yang hilang dan diduga terjebak setelah sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Cebu, Filipina tengah, runtuh pada Kamis (8/1). Peristiwa itu menewaskan satu orang dan melukai sejumlah lainnya, menurut otoritas setempat.
Wali Kota Cebu, Nestor Archival, melalui unggahan di media sosial, menyampaikan bahwa lebih dari 100 pekerja berada di TPA ketika struktur tersebut tiba-tiba ambruk pada Kamis sore waktu setempat.
Hingga Jumat (9/1) pagi, Archival menyebutkan 12 orang berhasil diselamatkan, sementara satu korban meninggal dunia sudah dikonfirmasi. Korban tewas adalah seorang wanita berusia 22 tahun.
Ketua Komisi Lingkungan DPRD Kota Cebu, Joel Garganera, menyatakan bahwa upaya penyelamatan sempat terhambat oleh kondisi berbahaya di lokasi.
“Rangka baja sangat besar, tumpukan sampahnya lunak, dan ada risiko pergerakan konstan,” ujar Garganera kepada awak media lokal Kamis malam.
Garganera juga memperingatkan adanya risiko udara beracun yang dapat membahayakan siapa pun yang terjebak terlalu lama di lokasi.
TPA yang terletak di Desa Binaliw ini melayani pembuangan limbah dari Cebu dan kota tetangga Consolacion. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY