Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di sejumlah kelurahan. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Batam untuk memastikan perencanaan pembangunan berjalan partisipatif dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Pada Rabu (7/1) malam, Amsakar menghadiri Musrenbang Kelurahan Tembesi yang digelar di Aula Masjid Al-Amin. Ia mengapresiasi kesiapan Kelurahan Tembesi yang telah lebih dulu melaksanakan pra-musrenbang, termasuk kesepakatan para tokoh masyarakat dalam menyusun dan menetapkan usulan prioritas sebelum dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan.
“Saya bersyukur karena Tembesi sudah melaksanakan pra-Musrenbang dan para tokoh masyarakat telah sepakat menyusun usulan prioritas yang akan dibawa ke Musrenbang kecamatan,” ujarnya.
Menurut Amsakar, seluruh usulan warga akan dibahas secara menyeluruh dan disusun berdasarkan pertimbangan objektif. Penetapan program pembangunan, kata dia, tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya usulan, melainkan oleh besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Apa pun yang diusulkan tentu akan kita bahas. Ketika ada dua usulan yang sama-sama penting, maka yang didahulukan adalah yang memberikan kemaslahatan lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Batam atas solidaritas dalam membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia memastikan dirinya bersama Li Claudia serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berangkat langsung menyerahkan bantuan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral.
Di hari yang sama, Amsakar dan Li Claudia turut menghadiri Musrenbang Kelurahan Sukajadi yang digelar di Hotel Harmoni One serta Musrenbang Kelurahan Teluk Tering di fasilitas umum Perumahan Citra Batam, Kecamatan Batam Kota.
Di hadapan peserta Musrenbang, Amsakar menjelaskan bahwa sistem perencanaan pembangunan nasional terdiri dari sejumlah tahapan yang saling terkait, mulai dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), rencana kerja pemerintah daerah, pra-musrenbang, hingga rancangan awal yang melibatkan partisipasi masyarakat.
“Proses ini kemudian berlanjut ke Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota. Dari seluruh tahapan tersebut, hanya usulan yang benar-benar prioritas dan paling dibutuhkan masyarakat yang akan ditetapkan menjadi program pembangunan,” ujarnya.
Ia pun mendorong masyarakat agar aktif menyampaikan aspirasi sehingga organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memilah dan menyusun program secara tepat sasaran.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyinkronkan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menekankan Musrenbang tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial semata.
“Musrenbang ini bukan hanya datang, duduk, lalu selesai. Forum ini sangat penting agar perencanaan pembangunan benar-benar sejalan dengan visi dan misi Kota Batam,” katanya.
Li Claudia menambahkan, percepatan pembangunan Batam membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga. “Jika ingin membuat lompatan ke depan, yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan sinergi bersama,” ujarnya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO