Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Angin puting beliung menerjang kawasan Bandara Internasional Juanda, Kamis (8/1). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa kendaraan di area parkir Terminal 1. Selain itu, pendaratan dua pesawat terpaksa dialihkan ke Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, sementara puluhan penerbangan mengalami keterlambatan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan, dua penerbangan dialihkan karena kondisi cuaca di Juanda tidak memungkinkan untuk pendaratan.
“Karena tidak memungkinkan mendarat di Juanda,” ujar Tohir, kemarin.
Ia menjelaskan, angin kencang juga berdampak pada operasional penerbangan. Sebanyak 20 penerbangan tercatat terlambat mendarat dan 13 penerbangan terlambat berangkat.
Menurut Tohir, pesawat harus menunggu hingga kondisi cuaca membaik sebelum diberangkatkan. Langkah tersebut dilakukan demi mengutamakan keselamatan penumpang. “Kami terus berkoordinasi dengan maskapai serta AirNav Indonesia terkait penyesuaian jadwal penerbangan berikutnya,” paparnya.
Selain gangguan penerbangan, angin kencang menyebabkan beberapa pohon di area parkir Terminal 1 tumbang dan menimpa kendaraan. Pihak pengelola bandara telah melakukan penanganan dan pembersihan di lokasi kejadian.
“Untuk pemilik kendaraan, proses penanganan dan tindak lanjut difasilitasi melalui pengelola parkir,” kata Tohir.
Kecepatan Angin 46 Knot
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mencatat, peristiwa puting beliung terjadi sekitar pukul 14.10 WIB di Terminal 1 Bandara Juanda serta wilayah Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun, menyebut kecepatan angin saat kejadian mencapai 46 knot. Kecepatan tersebut tergolong tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak di wilayah sekitar bandara maupun permukiman terdekat.
“Angin puting beliung umumnya dipicu oleh aktivitas awan kumulonimbus yang berkembang secara signifikan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, terdapat potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan hujan lebat, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK