Buka konten ini

LINGGA (BP) – Zaki, 17, remaja asal Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, meninggal dunia setelah sempat tenggelam di perairan pantai dekat rumah neneknya, Kamis (8/1).
Zaki diketahui merupakan remaja penyandang disabilitas yang sehari-hari tinggal bersama kakek dan neneknya. Sementara ibunya bekerja di Jakarta. Paman korban, Iwan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat Zaki bermain di bawah pohon rambutan yang berada tidak jauh dari bibir pantai, lokasi yang biasa menjadi tempat bermainnya.
“Waktu kejadian siang hari. Zaki bermain ditemani neneknya di bawah pohon rambutan. Namun neneknya sempat ke dapur untuk memasak, sementara Zaki bermain sendiri,” ujar Iwan.
Usai menunaikan salat Zuhur, nenek Zaki kembali ke lokasi bermain, namun tidak menemukan Zaki berada di bawah pohon rambutan. Ia kemudian berkeliling sekitar rumah untuk mencari cucunya dan meminta bantuan warga sekitar. “Setelah saya salat Zuhur, saya lihat nenek Zaki mondar-mandir mencari Zaki. Saya bersama beberapa warga ikut membantu pencarian,” ungkap Iwan.
Dalam proses pencarian, salah seorang warga langsung menuju ke arah laut. Tak lama berselang, Zaki ditemukan dalam kondisi tenggelam di sekitar pohon perpat di perairan dekat pantai.
“Ternyata benar, warga menemukan Zaki di dekat pohon perpat dalam keadaan tenggelam,” kata Iwan.
Saat ditemukan, Zaki masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Warga kemudian segera membawanya ke Puskesmas Desa Lanjut untuk mendapatkan pertolongan medis. “Namun, nyawa Zaki tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,” pungkas Iwan.
Jenazah Zaki telah dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaraan. Rencananya, korban akan dimakamkan pada hari yang sama di Desa Kote. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY