Buka konten ini
BATAM (BP) – Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono menegaskan komitmen menjaga situasi Kota Batam tetap kondusif. Selama menjabat, ia membuka ruang komunikasi dan diskusi bagi seluruh elemen masyarakat.
“Kami siap membuka ruang komunikasi untuk memecahkan permasalahan, sejak awal memimpin sampai ke depannya,” kata Anggoro, Rabu (7/1).
Anggoro menilai Batam memiliki karakteristik berbeda dibanding wilayah lain karena kota ini bergantung pada investasi asing dan pariwisata. “Kalau Batam tidak aman atau sering terjadi unjuk rasa, hal itu akan merugikan kita semua. Negara lain menilai situasi ini, bisa memicu PHK massal dan masalah sosial,” ujarnya.
Dalam jabatan barunya, Anggoro memerintahkan seluruh pejabat dan personel Polresta untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya ingatkan personel agar melayani masyarakat tanpa menyakiti hati mereka,” tegasnya. Ia juga mengimbau warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Batam serta menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin.
“Intinya keterbukaan dan kebersamaan. Semua permasalahan pasti terselesaikan,” tutup Anggoro.
Kepercayaan Investor
Seperti diketahui, hingga triwulan III, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen secara tahunan (year-on-year), dengan arus investasi tetap terjaga dan aktivitas industri berjalan normal.
Capaian ini menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan performa ekonomi paling stabil di tingkat nasional. Kondisi tersebut sekaligus mempertegas posisi Batam sebagai kawasan strategis yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah dinamika global.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, kinerja positif sepanjang 2025 merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi antara BP Batam, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat.
“Sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi terjaga. Ini menunjukkan Batam tetap dipercaya dan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global,” katanya, Rabu (31/12).
Menurut Amsakar, capaian tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan akumulasi dari kebijakan yang konsisten, stabilitas iklim usaha, serta kepercayaan investor terhadap arah pembangunan Batam sebagai kawasan industri dan investasi. (*)
Reporter : ARJUNA – YOFIE YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK