Buka konten ini

NONGSA (BP) – Minat masyarakat menggunakan kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dari Pelabuhan Batam terus meningkat. Sepanjang 2025, jumlah penumpang yang berangkat dari Batam mencapai 184.462 orang, naik 12 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 163.266 penumpang.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap setia menggunakan transportasi laut Pelni untuk berbagai tujuan antarpulau.
“Terima kasih kami sampaikan kepada masyarakat pelanggan Pelni yang senantiasa menggunakan kapal penumpang Pelni untuk melakukan perjalanan dari Batam ke berbagai tujuan,” ujar Edwin, Selasa (6/1).
Secara nasional, Pelni juga membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Berdasarkan siaran pers perusahaan bernomor 01.06/03/PR/I/2026, jumlah penumpang yang dilayani di seluruh rute mencapai 5.154.080 orang, atau 101,15 persen dibandingkan realisasi 2024 sebanyak 5.095.483 penumpang.
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menyebut capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut Pelni.
“Capaian ini merupakan hasil peningkatan pelayanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang kami lakukan sepanjang 2025,” ujarnya.
Dari total penumpang tersebut, kapal penumpang reguler Pelni melayani 4.472.918 orang, atau 109,10 persen dari target 4,1 juta penumpang. Sementara kapal perintis melayani 681.162 penumpang, setara 104,41 persen dari target 652.417 penumpang.
Andayani menegaskan bahwa angka penumpang yang menembus 5,1 juta orang membuktikan transportasi laut Pelni masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas antarpulau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanannya kepada Pelni sepanjang 2025,” katanya.
Kontribusi Pelni dalam memperkuat konektivitas nasional juga terlihat dari sebaran penumpang. Wilayah Indonesia bagian tengah mendominasi dengan 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang, disusul wilayah timur sebesar 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang. Capaian ini menegaskan peran Pelni dalam melayani wilayah terdepan, terpencil, tertinggal, dan perbatasan (3TP), sekaligus mendukung pemerataan pembangunan.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan agar transportasi laut Pelni semakin aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Andayani.
Pada 2025, rute Belawan–Batam dan Batam–Belawan tercatat sebagai rute terpadat secara nasional, mengukuhkan posisi Batam sebagai simpul penting transportasi laut di wilayah barat Indonesia. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO