Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Sejumlah permukiman warga di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, terendam banjir pada Selasa (6/1). Air menggenangi rumah-rumah warga sejak pagi dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Banjir terjadi akibat meluapnya sungai dan bendungan di sekitar desa. Luapan dipicu hujan yang turun terus-menerus sejak malam hingga pagi hari.
Meski hujan tidak deras, intensitasnya yang cukup tinggi membuat tanah tidak lagi mampu menyerap air. Akibatnya, debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Salah seorang warga, Boby, mengatakan hujan mulai turun sejak malam dan tidak berhenti hingga pagi. Kondisi tersebut membuat air perlahan naik dan masuk ke area permukiman.
“Hujan dari malam tidak berhenti. Meski tidak deras, intensitasnya tinggi, jadi air meluap,” ujar Boby.
Ia menjelaskan, air mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB dan mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
Kenaikan air terjadi secara bertahap, bukan tiba-tiba.
Karena air naik perlahan, warga masih sempat melakukan persiapan dengan menyelamatkan barang-barang penting, seperti dokumen, pakaian, dan peralatan elektronik, ke tempat yang lebih aman.
“Kami masih sempat berkemas dulu, mengamankan dokumen dan alat elektronik. Air sudah masuk ke dalam rumah sejak pagi tadi,” jelasnya.
Hingga pukul 14.00 WIB, genangan air masih terlihat di sejumlah titik dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Warga tetap siaga karena khawatir air kembali naik jika hujan turun lagi.
Di tengah kondisi tersebut, warga saling bahu membahu dan bergotong royong membantu membersihkan halaman rumah, mengangkat barang-barang, serta menjaga lingkungan agar tetap aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan banjir di Desa Ulu Maras dan wilayah sekitarnya.
“Kami menyiagakan personel BPBD untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memastikan warga mendapatkan bantuan dengan cepat serta mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY