Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Seorang kru kapal jaring kurau asal Kabupaten Karimun dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat kapal tengah beroperasi. Korban bernama Rapa’i, kru KM Makmur Jaya 89 GT 10.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/1) di Perairan Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, yang berbatasan dengan Perairan Bengkalis.
Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Adi Suhendra, mengatakan korban diketahui hilang sekitar pukul 10.45 WIB saat kapal sedang menangkap ikan kurau di koordinat 1°30.769’ LU – 102°41.760’ BT.
“Korban diketahui hilang setelah tidak terlihat lagi berada di atas kapal. Berdasarkan keterangan nakhoda, saat bangun tidur korban sudah tidak ada,” ujar Adi saat dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, KM Makmur Jaya 89 berangkat dari pelantar Baran Satu, Kecamatan Meral, pada Selasa (30/12/2025).
Memasuki hari kelima pelayaran, seluruh kru kapal, termasuk korban, selesai memasang jaring kurau pada Minggu (4/1).
Setelah itu, para kru sempat sarapan bersama dan beristirahat di atas palka kapal. Jumlah kru kapal sebanyak lima orang, termasuk korban.
“Tidak lama kemudian, saat dilakukan pengecekan, korban sudah tidak ada di atas kapal. Nakhoda atas nama Muslim langsung meminta kru melakukan pencarian di sekitar kapal, namun korban tidak ditemukan,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, nakhoda kapal melaporkan peristiwa itu kepada pemilik kapal, Ceng Kui, untuk diteruskan kepada pihak keluarga korban di Karimun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi.
Terkait kejadian itu, Polairud Polres Karimun telah berkoordinasi dengan Basarnas Tanjungbalai Karimun serta Kantor SAR Bengkalis untuk melakukan upaya pencarian.
“Pencarian sempat dilakukan hingga Selasa sore pukul 17.00 WIB, namun dihentikan sementara karena kondisi angin kencang. Rencananya, pencarian akan dilanjutkan hingga tujuh hari ke depan,” ujar Adi. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GUSTIA BENNY