Buka konten ini
BATAM (BP) – Momentum libur akhir tahun 2025 dan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak berdampak signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Batam. Aktivitas masyarakat justru dinilai cenderung menurun, seiring karakter Batam yang bukan merupakan daerah tujuan mudik utama.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus, mengatakan selama periode libur akhir tahun pola konsumsi BBM di Batam relatif menurun. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mengalami peningkatan konsumsi akibat arus mudik dan wisata.
“Batam bukan daerah tujuan mudik utama. Aktivitas masyarakat cenderung normal karena sebagian besar tetap bekerja dan ada juga yang pulang kampung. Jadi konsumsi relatif turun,” kata Bagus, Minggu (4/1).
Meski demikian, penyesuaian harga BBM yang terjadi belakangan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penurunan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, dinilai menjadi peluang bagi konsumen untuk beralih ke bahan bakar dengan kualitas lebih baik.
Bagus berharap kondisi tersebut dapat mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat Batam. Selama ini, mayoritas pengguna kendaraan masih memilih BBM jenis Pertalite.
“Biasanya masyarakat menggunakan Pertalite. Dengan harga Pertamax yang kini lebih terjangkau, kami harap bisa menjadi alternatif bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan BBM dengan kualitas lebih tinggi tidak hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga lebih ramah terhadap mesin dalam jangka panjang.
Karena itu, Pertamina terus mendorong edukasi kepada masyarakat terkait manfaat penggunaan BBM sesuai spesifikasi kendaraan.
Selain penyesuaian harga, Pertamina juga menyediakan berbagai promo yang dapat dimanfaatkan konsumen untuk memperoleh keuntungan tambahan. Promo tersebut dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina.
“Pantau saja aplikasinya. Promo sering hadir dan bisa memberikan manfaat lebih bagi konsumen,” ucap Bagus.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga Kepri akan terus memastikan ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman serta pelayanan di SPBU berjalan optimal, termasuk selama periode libur dan awal tahun.
Di wilayah Kepulauan Riau, harga Pertamax turun dari Rp13.350 menjadi Rp12.950 per liter atau turun Rp400. Sementara Pertamax Turbo turun Rp350 dari Rp14.350 menjadi Rp14.000 per liter. Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp1.400 dari Rp15.600 menjadi Rp14.200 per liter, serta Dexlite yang turun Rp1.200 dari Rp15.300 menjadi Rp14.100 per liter.
Khusus Batam berstatus Free Trade Zone (FTZ), harga BBM nonsubsidi tercatat lebih rendah. Pertamax kini dibanderol Rp11.850 per liter dari sebelumnya Rp12.250. Pertamax Turbo turun dari Rp13.100 menjadi Rp12.750 per liter. Pertamina Dex turun Rp1.400 menjadi Rp12.900 per liter, sedangkan Dexlite turun menjadi Rp12.800 per liter. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : MUHAMMAD NUR