Buka konten ini

KEMBALI ke sekolah. Libur panjang menyenangkan tapi hariini ada kewajiban untuk kembali belajar di sekolah. Jom, semangat sekolah!
Anak-anak masih malas? Tantangan tersebut umum terjadi. Dalam fase ini, peran orang tua sangat krusial untuk mendampingi dan memberi dukungan menjelang hari pertama sekolah.
Dukungan tersebut berpengaruh besar terhadap rasa percaya diri anak, yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar mereka ke depan.
Di sisi lain, persiapan sekolah sering kali membuat orang tua lebih rentan mengalami stres. Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi dalam waktu terbatas menjadi salah satu pemicunya.
Psikolog anak, Fabiola Priscilla, M.Psi, menjelaskan bahwa rasa tertekan yang dialami orang tua menjelang masuk sekolah merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi tersebut dapat diminimalkan dengan perencanaan yang baik.
“Supaya tidak stres, sebaiknya kebutuhan sekolah anak dipersiapkan sejak jauh hari. Orang tua juga bisa mengajak anak menyusun daftar perlengkapan sekolah agar pembelian lebih terarah dan tidak berlebihan,” ujar Fabiola.
Selain perlengkapan sekolah, orang tua juga diminta memberi perhatian khusus pada pola tidur anak. Selama libur panjang, jadwal tidur anak biasanya menjadi tidak teratur.
“Pola tidur perlu dikembalikan setidaknya dua minggu sebelum sekolah dimulai. Anak-anak membutuhkan waktu tidur sekitar 8–10 jam. Penelitian menunjukkan anak yang cukup tidur cenderung lebih mudah berkonsentrasi saat belajar di sekolah,” jelasnya.
Persiapan Mental Anak
Tak kalah penting, orang tua juga perlu mempersiapkan kondisi psikologis anak. Tak sedikit anak yang merasa cemas atau khawatir ketika harus kembali ke sekolah, dan hal tersebut merupakan reaksi yang wajar.
Menurut Fabiola, membangun kesiapan mental dan rasa percaya diri anak sangat diperlukan agar mereka lebih siap menghadapi lingkungan baru.
“Perasaan anak perlu divalidasi agar mereka antusias ke sekolah,” ujarnya.
Ciptakan Ruang Belajar yang Nyaman
Selain kebutuhan sekolah dan kesiapan mental, menciptakan suasana belajar yang nyaman di rumah juga dapat membantu meningkatkan motivasi anak.
Fabiola menekankan pentingnya menata kamar anak, terutama area belajar. Pasalnya, anak menghabiskan cukup banyak waktu untuk belajar di rumah.
“Ruang belajar yang nyaman, terutama meja belajar yang rapi dan lengkap, dapat membuat anak lebih betah dan semangat belajar. Lingkungan yang mendukung akan memudahkan anak untuk berkonsentrasi dan belajar lebih lama,” kata Fabiola. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO