Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Sejumlah wilayah pesisir di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kembali terendam banjir rob atau pasang air laut pada awal tahun 2026, Minggu (4/1).
Sejumlah kawasan yang terdampak antara lain Pelantar 2, Jalan Sungai Payung, hingga Lembah Purnama. Air laut mulai naik ke daratan sejak pagi hari dan merendam badan jalan serta area permukiman.
Salah seorang pedagang di Pelantar 2, Yanti, mengatakan banjir rob merupakan kejadian yang kerap terjadi pada akhir dan awal tahun. Menurutnya, genangan air laut kerap menghambat akses kendaraan.
“Sudah biasa terjadi. Yang paling terasa itu kalau kendaraan mau masuk atau keluar,” kata Yanti.
Ia menyebut ketinggian air rob tidak selalu sama dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta fase bulan.
“Biasanya setinggi mata kaki, tapi bisa juga di atas mata kaki. Tergantung cuaca dan bulan,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pengemudi ojek pangkalan, Sulaiman, mengatakan sejak pagi hari ketinggian air sudah berada di atas mata kaki.
Namun, biasanya air mulai surut menjelang siang hingga sore hari. “Paling tinggi pagi. Kalau sudah agak siang, air mulai surut dan aktivitas kembali normal,” ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pasang laut tinggi akan berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 8 Januari 2026. Kondisi ini dipicu kombinasi fenomena astronomi, yakni fase perigee dan bulan purnama atau supermoon.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Muhammad Fadris, menjelaskan fase perigee terjadi pada 2 Januari 2026, disusul supermoon pada 3 Januari 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum muka air laut.
“Hasil pemantauan data ketinggian air laut serta prediksi pasang surut menunjukkan adanya peluang terjadinya pasang laut tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan,” ujar Fadris.
Di Kota Tanjungpinang, wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi kawasan pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari.
Sementara di Kabupaten Bintan, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, serta daerah sekitarnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY