Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Lahirnya Ikon Wisata Baru Batam

BP Batam Tata Pedestrian Sepanjang 4,7 Km di Nagoya- Jodoh

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kian serius menata kawasan Nagoya sebagai pusat aktivitas baru berbasis walkable city. Salah satu program unggulan yang tengah dimatangkan adalah penataan jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer, membentang dari Harbour Bay hingga Pakuwon, Nagoya. Proyek ini diharapkan menjadi destinasi wisata perkotaan yang ramah pejalan kaki sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto mengatakan penataan pedestrian Nagoya merupakan bagian dari pengembangan Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP). Dari lima WPP yang telah ditetapkan, kawasan Nagoya Heritage dan New Nagoya masuk dalam daftar prioritas yang kini digarap secara intensif.

“Giat ini kami melakukan survei lokasi. Kita melihat langsung kondisi kawasan dari ujung Harbour Bay hingga rencana titik akhir di Pakuwon. Konsep besar yang ingin kita bangun adalah walkable city kawasan yang nyaman, aman, dan menarik bagi pejalan kaki,” ujar Mouris saat peninjauan lapangan, Jumat (2/1).

Menurutnya, penataan pedestrian Nagoya tidak dirancang sebagai proyek satu pihak. BP Batam mendorong pola kolaborasi dan gotong royong yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, hingga sektor perbankan.

“Penganggaran kita maunya kerja sama. Ada BP Batam, Pemerintah Kota Batam, para pengusaha, asosiasi, hingga perbankan. Ini proyek gotong royong, semua stakeholder bergerak bersama,” ujarnya .

Peninjauan lapangan tersebut turut dihadiri perwakilan instansi terkait dari BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, asosiasi pengusaha, serta perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Batam yang turun langsung meninjau kondisi eksisting kawasan.

Lebih jauh, Mouris menekankan bahwa penataan pedestrian tidak semata berorientasi pada estetika kota. Proyek ini diarahkan untuk menciptakan destinasi wisata baru di kawasan Nagoya Heritage yang hidup sebagai ruang publik, tempat masyarakat berjalan kaki, berbelanja, hingga menikmati wisata kuliner.

“Kita tidak hanya fokus pada pengusaha besar. UMKM juga menjadi perhatian utama. Kios-kios akan ditata dan dirapikan, termasuk sistem pengelolaannya. Ke depan akan ada pengelola kawasan khusus di Nagoya Heritage,” jelasnya.

Penataan kawasan juga mencakup pembangunan jalur pedestrian yang lebih representatif, penyediaan kantong parkir, perbaikan manajemen lalu lintas, serta penetapan zona tertentu yang dikhususkan bagi pejalan kaki.

“Akan ada kawasan yang memang hanya untuk pejalan kaki dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor, sehingga orang benar-benar bisa menikmati suasana berjalan kaki dengan nyaman,” kata Mouris. (***)

Reporter : AZIS MAULANA
Editor : Alfian Lumban Gaol