BATAM KOTA (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir serta pelaku aktivitas pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir pesisir (rob) pada awal Januari 2026.
Kepala BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan kondisi cuaca di Batam dalam tiga hari ke depan secara umum didominasi berawan, dengan potensi hujan ringan yang terjadi secara lokal.
“Secara umum masih relatif aman. Namun, terdapat peningkatan tinggi gelombang pada 4 dan 6 Januari yang dapat mencapai sekitar 1,4 meter,” ujarnya, Sabtu (3/1).
BMKG juga mencatat adanya fenomena astronomi fase perigee pada 2 Januari 2026 yang diikuti bulan purnama pada 3 Januari 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG mengingatkan adanya potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan berlangsung pada 1 hingga 9 Januari 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau,” kata Ramlan.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa di Kota Batam; pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang di Kabupaten Lingga; pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, dan Meral di Kabupaten Karimun; pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur di Kabupaten Bintan; serta pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari di Kota Tanjungpinang.
“Potensi rob ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat, permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” jelasnya.
Sementara itu, prakiraan cuaca perairan yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Natuna menunjukkan adanya peluang hujan ringan hingga hujan disertai petir di perairan Kepulauan Riau bagian utara dan selatan pada periode 4–7 Januari 2026.
Tinggi gelombang signifikan di sejumlah perairan, khususnya wilayah Natuna dan Anambas, diprakirakan berkisar antara 1,6 hingga 2,8 meter. Arah angin dominan bertiup dari utara hingga tenggara, dengan kecepatan angin yang dapat mencapai 18 knot di beberapa titik.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk selalu memantau informasi cuaca terkini serta memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi. “Informasi lengkap dan pembaruan prakiraan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG,” tutup Ramlan. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : Jamil Qasim