Jumat, 13 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Souvenir Khas Batam, Hasil Tangan

Vinie Craft, Tas Lokal Brand Batam

Batam kini punya tas brand lokal yang disukai turis mancanegara. Vinie Craft, brand tas lokal yang diproduksi secara handmade, lahir dari kreativitas Fristin Wahyuni, atau yang akrab dipanggil Vinie, usia 34 tahun.

Usaha handmade ini dimulai pada awal 2015. Ide awalnya berawal dari permintaan teman untuk membuat souvenir pernikahan. Berlanjut ke pembuatan home decor, hingga akhirnya Vinie ditantang membuat tas remaja dari sisa bahan home decor.

“Alhamdulillah, setelah belajar, saya berhasil membuat sling bag sederhana. Ternyata saat dipasarkan, banyak peminatnya,” ujar Vinie dengan bangga.
Vinie menjelaskan, awalnya ia belajar membuat tas hanya dari menonton tutorial di YouTube. Sejak kecil ia memang sudah bisa menjahit. Usahanya pun dimulai dengan mesin jahit tua milik ibunya.

“Kesibukan saya saat ini fokus pada bisnis sendiri dengan brand Vinie Rai Craft Tas Batam. Nama brand Vinie saya ambil dari gabungan nama saya dan suami,” jelas Vinie.
Dalam proses produksi, Vinie dibantu tim lepas yang dipanggil sesuai jumlah proyek, biasanya berjumlah 3–7 orang. Ia juga memberdayakan ibu-ibu yang memiliki mesin jahit tetapi tidak ada pekerjaan tetap di rumah.

Vinie memproduksi tas fashion dan tas souvenir Batam, termasuk goodiebag untuk acara. Tas fashion sering dipadukan dengan motif Batik Batam, menjadi pilihan populer sebagai oleh-oleh. Pengerjaan tas souvenir rata-rata 20–30 tas per hari, tergantung tingkat kerumitannya.

“Prosesnya standar, mulai dari kain meteran yang dicetak pola, menjahit resleting, membentuk body, hingga finishing terakhir dengan pemasangan aksesoris,” jelasnya.
Sejak 2017, Vinie aktif mengikuti bazar di mal dengan brand Vinie Craft. Tas fashion selalu siap dipasarkan, dan jika habis, bisa tersedia kembali dalam tiga hari. Sementara untuk tas souvenir atau goodiebag, ia menggunakan sistem PO sesuai permintaan pelanggan.

Beberapa model tas fashion Vinie antara lain SBY Bag, Curly Bag, Loly Batik, Totebag Batik, hingga slempang Batik. Harga tas mulai dari Rp95.000 hingga Rp300.000. Pernah Vinie menerima order lebih dari 1.000 pcs goodiebag. Pengerjaan tercepat yang pernah dilakukan adalah 270 pcs tas laptop dalam 7 hari, semuanya model custom dari pelanggan.
“Saya juga beberapa kali diminta menjadi tutor dalam pelatihan pembuatan tas,” tambah Vinie.

Selain menjual secara online di Instagram, Vinie rutin mengikuti bazar di mal dan pameran pemerintah, antara lain di DC Mall, One Mall, Mega Mall, serta Batam Sunday Market saat pembukaan Mall K-Square. Modal awal dimulai dari DP Rp500 ribu untuk pesanan souvenir, kemudian berkembang untuk membeli alat produksi.

“Omzet bulanan bisa naik turun, tergantung jumlah pesanan. Rata-rata bisa Rp27 juta per bulan, bahkan lebih,” ujarnya.
Menurut Vinie, kunci memulai usaha adalah segera bekerja, jangan terlalu banyak berpikir gagal. “Susahnya memang di awal, tapi setelah bazar pertama, omzet langsung pecah dan saya belajar banyak di lapangan,” tuturnya.

Ke depan, Vinie menargetkan membuka outlet baru di mal Batam. Ia berharap semakin banyak orang mengenal Vinie Craft sebagai brand tas lokal Batam yang diproduksi handmade, sekaligus memberdayakan lebih banyak ibu-ibu di sekitarnya.
“Harapannya, semoga bisa mengajak lebih banyak tim ibu-ibu sekitar Vinie Craft untuk berkembang bersama,” tutup Vinie.(***)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM