Buka konten ini
Dorongan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) agar Batam terus meningkatkan capaian kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) disambut optimistis Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa saat menyambut wisman pertama tahun 2026 di Pelabuhan Feri Internasional Gold Coast, Bengkong, Batam, Kamis (1/1) mendorong agar Batam dapat menggaet lebih dari 1,5 juta kunjungan wisman tahun ini.
Tantangan itu disambut Disbudpar Batam dengan menaikkan target menjadi 1,7 juta kunjungan wisman pada 2026, meningkat dibandingkan target 2025 yang berada di angka 1,5 juta kunjungan.
Optimisme itu didorong oleh tren pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan, capaian kunjungan wisatawan sepanjang 2025 sejatinya telah melampaui ekspektasi. Namun, data resmi belum dapat dipublikasikan karena masih menunggu rilis Badan Pusat Statistik (BPS).
“Target tahun 2025 sebenarnya sudah kami presentasikan. Hanya saja, belum bisa dirilis karena data resmi dari BPS belum keluar,” ujar Ardiwinata, Jumat (2/1).
Hingga Oktober 2025 lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Batam tercatat mencapai sekitar 1.290.010 orang. Dengan rata-rata kunjungan bulanan di kisaran 140 ribu wisatawan, Disbudpar memprediksi total kunjungan hingga akhir tahun akan melampaui target awal.
“Kami optimistis tercapai, apalagi di dua bulan terakhir di akhir tahun (November-Desember), biasanya jumlah kunjungan di atas bulan-bulan lainnya,” kata Ardiwinata.
Untuk mendukung target 2026, Disbudpar Batam telah menyiapkan berbagai agenda event berskala lokal, nasional, hingga internasional. Sejumlah kegiatan unggulan dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun, di antaranya Batam Wonderfood and Art Ramadhan (BWR) yang digelar selama satu bulan penuh di bulan puasa, perayaan Chinese New Year, serta Kenduri Seni Melayu (KSM) yang tahun lalu ditetapkan sebagai salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenpar.
Selain itu, Batam juga akan menjadi tuan rumah Batam International Marching Band Competition, ajang dua tahunan yang diperkirakan mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Event lainnya, Sea Eagle Boat Race, kembali masuk dalam kalender pariwisata tahun ini.
Tak hanya mengandalkan event, pengembangan destinasi wisata juga menjadi fokus utama. Pemerintah Kota Batam, lanjut Ardiwinata, terus melakukan revitalisasi sejumlah objek wisata religi dan kawasan unggulan.
“Pemko Batam telah merevitalisasi Masjid Agung Raja Hamidah yang kini tampil lebih menarik dan instagramable. Selain itu, ada Masjid Sultan dan Masjid Tanjak yang juga menjadi daya tarik wisata religi,” ujarnya.
Sementara di sektor wisata bahari dan hiburan, kawasan Bengkong Laut kini berkembang pesat dengan kehadiran sejumlah beach club yang menjadi magnet baru bagi wisatawan. Destinasi keluarga seperti Batam Zoo Paradise turut memperkaya pilihan wisata di kota industri tersebut.
Dengan kombinasi event pariwisata, penguatan destinasi, serta tren kunjungan yang terus meningkat, Ardiwinata optimistis sektor pariwisata akan tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.
Secara nasional, Kementerian Pariwisata menargetkan 16–17 juta kunjungan wisman serta 1,1 miliar pergerakan wisatawan nusantara sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Melihat tren pertumbuhan positif sepanjang 2025, pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai pada 2026.
Wamenpar Ni Luh Puspa juga menegaskan pentingnya peran event pariwisata sebagai pengungkit kunjungan. Melalui program Karisma Event Nusantara (KEN), Kepri dinilai konsisten menjadi salah satu daerah penyelenggara event unggulan nasional.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Kewenangan otorita ada di daerah, dan kami siap mendukung penuh jika daerah memperbanyak event untuk menarik wisatawan,” ujarnya.
Batam sendiri dinilai memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata budaya, bahari, ekowisata, agrowisata, religi, hingga wellness tourism yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata berkualitas.
“Wellness, gastronomi, marine tourism, hingga ke depan art and design, heritage, dan religi akan terus kita dorong. Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta,” kata Ni Luh Puspa. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : Ratna Irtatik