Buka konten ini
SUMUT (BP) – LAZ BATAM bersama Batam Pos kembali menyalurkan amanah donasi masyarakat Batam melalui program Dana Peduli Bencana Sumatra. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan ke Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, Aceh, serta Sumatra Barat (Sumbar), kali ini bantuan diserahkan kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara (Sumut).
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Selasa (30/12) di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako bagi warga yang hingga kini masih mengungsi maupun yang mulai kembali ke rumah untuk berbenah pascabencana.
Relawan LAZ BATAM di Tapanuli Tengah, Laras, mengatakan dapur umum di wilayah tersebut telah ditutup karena sebagian besar relawan telah kembali ke daerah masing-masing. Oleh sebab itu, bantuan kali ini difokuskan pada bahan pangan agar dapat diolah sendiri oleh masyarakat.
“Sudah hampir satu bulan pascakejadian banjir bandang dan tanah longsor. Saat ini masyarakat mulai berbenah, sehingga bantuan bahan makanan dinilai paling dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Laras.
Ketua LAZ BATAM, Syarifuddin, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan donasi masyarakat Batam yang diamanahkan melalui LAZ BATAM bekerja sama dengan Batam Pos.
“Amanah ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Batam kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra Utara. Kami berupaya menyalurkan bantuan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelas Syarifuddin.
Ia menambahkan, akses menuju Kabupaten Tapanuli Tengah saat ini sudah dapat dilalui dari Kota Medan, meski masih harus menggunakan jalur alternatif. Akibatnya, waktu tempuh yang biasanya sekitar delapan jam kini meningkat menjadi sekitar 12 jam.
Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang dan tanah longsor. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan tercatat terdampak bencana tersebut.
Direktur Batam Pos, Yusuf Hidayat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan kepercayaan kepada Batam Pos yang bekerja sama dengan LAZ BATAM, lembaga resmi yang memiliki izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia dalam pengelolaan dana zakat, sedekah, dan dana kebencanaan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para donatur. Batam Pos bersama LAZ BATAM berkomitmen menyalurkan bantuan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Yusuf.
Hingga kini, LAZ BATAM–Batam Pos masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam program Donasi Peduli Bencana Sumatra. Donasi dapat disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Batam (LAZ BATAM) ke rekening Bank CIMB Niaga Syariah nomor 8600.0356.6100 atas nama LAZ BATAM.
LAZ BATAM dan Batam Pos berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para donatur dengan rezeki yang melimpah dan penuh keberkahan.
Dana Pascabencana, tiap Provinsi Dapat Rp20 M
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencairkan dana darurat sebesar Rp268 miliar untuk penanganan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Selain itu, Kemenkeu juga menyalurkan dana tanggap darurat kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dana darurat tersebut diperuntukkan bagi tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Dana tersebut merupakan bagian dari program Presiden.
“Untuk kabupaten/kota masing-masing mendapat Rp4 miliar dan setiap provinsi Rp20 miliar. Itu sudah dicairkan semua,” ujar Purbaya.
Selain dana darurat, pemerintah juga menyalurkan dana tanggap darurat melalui dana siap pakai dan cadangan bencana yang dikelola BNPB. Untuk penanganan bencana di Sumatra, BNPB mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,4 triliun pada 18 Desember, dengan alokasi Rp650 miliar khusus untuk wilayah Sumatra.
Saat ini, kata Purbaya, dana siap pakai yang masih tersedia mencapai Rp1,51 triliun. Ia menekankan bahwa pencairan anggaran dipercepat agar dapat dimanfaatkan sebelum pergantian tahun anggaran.
Dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang saat ini telah berjalan di sejumlah daerah terdampak.
“Itu untuk tahun ini juga. Kalau sudah ada yang dibangun, bisa di-charge ke kami dan akan kami cairkan melalui channel BNPB,” kata Purbaya.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran melalui APBN 2026. Estimasi kebutuhan anggaran berada pada kisaran Rp51 triliun hingga Rp60 triliun.
Pemulihan Kelistrikan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan, skala kerusakan akibat bencana kali ini jauh lebih masif dibanding tsunami Aceh 2004.
“Pada tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan terjadi di delapan titik. Sementara bencana kali ini di Aceh mencapai 442 titik. Skalanya sangat berbeda dan jauh lebih masif,” paparnya.
Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, jaringan listrik di 15 daerah telah pulih 100 persen. Namun, delapan daerah lainnya masih dalam proses pemulihan. “Tiga daerah tingkat pemulihan terendah Aceh Tengah, baru 70,8 persen desa yang sudah menyala,” ujarnya.
Sementara Kabupaten Bener Meriah dengan pemulihan 83,6 persen dari 194 desa dan Kabupaten Gayo Lues sebesar 69,9 persen dari 95 desa. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Ratna Irtatik