Buka konten ini
Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Barelang sepanjang 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir 2025, tercatat 1.043 kasus kecelakaan, sedangkan pada 2024 berjumlah 917 kasus.
Kapolresta Barelang Kombes Anggoro Wicaksono mengatakan, meski jumlah kasus kecelakaan meningkat, korban meninggal dunia justru menurun. Pada 2025, korban meninggal tercatat 33 orang, sedangkan pada 2024 mencapai 78 orang.
“Jumlah laka lantas naik 12 persen, tetapi jumlah korban meninggal dunia menurun,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Selasa (30/12).
Untuk korban luka berat tahun ini tercatat 151 orang dan luka ringan 1.157 orang. Sementara pada 2024, korban luka berat mencapai 181 orang dan luka ringan 979 orang.
“Saya sebagai pejabat baru akan melakukan langkah-langkah untuk menekan angka kecelakaan ini,” kata Anggoro.
Selain kecelakaan, jumlah tilang juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat 3.688 tilang, sedangkan pada 2024 sebanyak 2.617 tilang.
“Untuk tilang naik 29 persen, sementara jumlah pelanggaran turun satu persen,” ungkapnya.
Anggoro menambahkan, sepanjang tahun ini Polresta Barelang juga menindak 506 knalpot brong. Seluruh barang bukti dimusnahkan dengan cara digerinda.
“Knalpot ini tidak sesuai aturan. Harapannya bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia mengimbau pengendara, khususnya sepeda motor, menggunakan knalpot standar agar tidak menimbulkan polusi udara maupun kebisingan yang mengganggu kenyamanan warga.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak menggunakan knalpot brong,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo menjelaskan, knalpot brong banyak ditemukan melalui razia balap liar, terutama saat akhir pekan.
Penindakan juga dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Ia menyebut, jumlah penindakan knalpot brong tahun ini menurun dibandingkan 2024. Tahun lalu, polisi menyita 1.855 knalpot. “Jumlahnya turun dibandingkan 2024. Kami harap masyarakat terus mematuhi aturan yang berlaku,” tutupnya. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO