Buka konten ini
Sejumlah warga di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), dilaporkan nyaris menjadi korban penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas kecamatan maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), lalu meminta data pribadi dengan dalih aktivasi IKD.
Setelah korban mengikuti arahan pelaku, akun surel hingga layanan perbankan digital (mobile banking) milik korban dilaporkan berhasil diretas.
“Hari ini ada tiga orang yang melapor ke kami. Mereka ditipu oleh pelaku yang mengatasnamakan petugas,” kata Camat Tanjungpinang Timur, Saparilis, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, laporan terkait modus penipuan tersebut terus berdatangan dari masyarakat. Bahkan, sejumlah warga sempat mendatangi kantor kecamatan untuk memastikan identitas petugas yang menghubungi mereka.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Wan Samsi, menegaskan pelaku yang menghubungi warga bukan merupakan petugas Disdukcapil.
Menurut dia, penipuan dengan modus meminta data pribadi untuk aktivasi IKD memang tengah marak terjadi.
“Bukan, itu bukan petugas kami. Saat ini penipuan dengan modus aktivasi IKD memang sedang marak, sehingga kami mengeluarkan imbauan kepada masyarakat,” ujarnya.
Wan Samsi menegaskan, aktivasi IKD tidak dapat dilakukan melalui sambungan telepon maupun aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp. Proses aktivasi hanya bisa dilakukan secara langsung di Kantor Disdukcapil.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memberikan data pribadi kepada siapa pun yang mengatasnamakan aktivasi IKD, karena aktivasi hanya bisa dilakukan di Kantor Disdukcapil,” tegasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY