Buka konten ini

BATAM (BP) – Pelayanan administrasi kependudukan di Kota Batam kini semakin praktis. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam resmi menghadirkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), mesin layanan mandiri yang memungkinkan masyarakat mencetak berbagai dokumen kependudukan secara langsung tanpa harus lama mengantre di loket pelayanan.
Melalui mesin ADM ini, warga dapat mencetak Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, hingga akta kematian. Namun, layanan tersebut hanya bisa digunakan oleh masyarakat yang telah mendaftar dan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Adhisty, menjelaskan bahwa ADM bekerja dengan sistem yang terintegrasi. Dokumen yang telah selesai diproses akan dikirimkan ke email pemohon dalam bentuk barcode atau kode QR. Barcode itu kemudian dipindai pada mesin ADM untuk melanjutkan proses pencetakan.
“KK yang sudah selesai diproses akan dikirim ke email masyarakat. Di situ ada barcode. Barcode itu nanti diarahkan ke mesin ADM, dan KK bisa langsung keluar sendiri,” ujar Adhisty kepada Batam Pos, Jumat (26/12) siang.
Ia menambahkan, sebelum dicetak, barcode harus terlebih dahulu dipindai pada mesin ADM. Selanjutnya, warga cukup mengikuti petunjuk pada layar hingga dokumen tercetak.
Mesin ADM ini dilengkapi printer khusus serta perangkat pencetak KIA. Proses pencetakan KIA pun dibuat praktis dengan mekanisme yang sama.
“Untuk KIA juga sama. Barcode yang dikirim ke email tinggal ditempelkan ke mesin, tekan tombol cetak, nanti kartu KIA langsung keluar,” jelasnya.
Menurut Adhisty, hampir seluruh dokumen administrasi kependudukan dapat dicetak melalui ADM, kecuali Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
“Akta kelahiran bisa, akta kematian bisa. Semua administrasi kependudukan bisa dicetak, kecuali KTP. Mesinnya cukup canggih,” tuturnya.
Saat ini, Batam baru memiliki satu unit mesin ADM yang sudah beroperasi sekitar satu bulan terakhir. Di Provinsi Kepulauan Riau, hanya dua daerah yang memiliki ADM, yakni Kota Batam dan Kabupaten Lingga.
Terkait rencana penambahan unit, Adhisty menyatakan pihaknya masih melakukan evaluasi efektivitas penggunaan mesin yang ada, mengingat jumlah penduduk Batam yang cukup besar.
“Untuk tahun depan belum bisa dipastikan. Kita uji dulu mesin yang ini. Kalau sudah mantap dan berjalan baik, tentu akan kita tambah,” ujarnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO