Buka konten ini
TOKYO (BP) – Pemerintah Jepang tengah menata ulang strategi nasionalnya di bidang kecerdasan buatan dengan menyiapkan dukungan pendanaan jangka menengah bagi sektor swasta.
Langkah ini menandai pergeseran kebijakan dari sekadar adopsi teknologi menuju pembangunan ekosistem AI yang dapat dikembangkan dan dioperasikan secara mandiri di dalam negeri, seiring semakin ketatnya persaingan teknologi global.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) berencana mengucurkan dana sekitar 1 triliun yen, setara sekitar Rp107,3 triliun (kurs ¥1 = Rp107,3), selama periode lima tahun. Skema dukungan ini ditujukan untuk membantu perusahaan swasta mengembangkan sistem kecerdasan buatan domestik, termasuk penguatan infrastruktur komputasi dan basis data berskala besar.
Dilansir dari NHK World, Rabu (24/12), pemerintah menargetkan pendanaan mulai berjalan pada tahun fiskal berikutnya yang dimulai April. Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan pemerintah pusat untuk memperbesar investasi publik–swasta di sektor AI sebagai bagian dari agenda pertumbuhan jangka panjang Jepang.
Sejalan dengan itu, Fortune melaporkan bahwa rencana pendanaan tersebut tercantum dalam draf Rencana Dasar AI pertama Jepang. Dokumen ini memuat arah kebijakan penggunaan dan pengembangan AI nasional, sekaligus menegaskan ambisi Tokyo untuk mengambil peran lebih aktif dalam lanskap teknologi global yang semakin terfragmentasi.
Dalam draf tersebut, pemerintah menekankan pentingnya kemampuan nasional untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem kecerdasan buatan secara mandiri.
Pernyataan ini mencerminkan perhatian Jepang terhadap ketergantungan teknologi lintas negara yang kian sensitif, terutama di tengah meningkatnya peran AI dalam ekonomi, industri, dan keamanan nasional.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dalam pertemuan kebijakan teknologi pemerintah, menegaskan bahwa pengembangan AI tidak lagi dapat dipisahkan dari strategi negara.
“Kecerdasan buatan akan menjadi fondasi kekuatan nasional ke depan, sehingga kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta menjadi keharusan,” ujar Takaichi, sebagaimana dikutip dari Nippon.
Menurut laporan The Daily Star, dukungan pemerintah ini juga diarahkan untuk mempercepat pembentukan entitas baru yang dipimpin oleh SoftBank bersama lebih dari sepuluh perusahaan Jepang. Konsorsium tersebut ditujukan untuk mengembangkan model AI berskala besar yang dapat digunakan lintas sektor industri, dari manufaktur hingga layanan digital.
METI turut mempertimbangkan berbagai opsi pembiayaan, termasuk pengalokasian anggaran khusus dalam APBN 2026 dan kemungkinan penerbitan obligasi pemerintah.baru teknologi global. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY