Buka konten ini

NONGSA (BP) – Arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Batam mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan pergerakan penumpang terlihat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam maupun di sejumlah pelabuhan sejak Senin (22/12), seiring mendekatnya perayaan Natal dan libur akhir tahun.
Di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, ratusan penumpang tampak memadati area keberangkatan sejak pagi hari. Kepadatan terlihat mulai dari konter check-in, ruang tunggu, hingga boarding gate. Hilir mudik calon penumpang dengan barang bawaan yang lebih banyak dari hari biasa turut mewarnai suasana bandara. Koper, tas ransel, hingga barang tentengan memenuhi area keberangkatan, bahkan sebagian penumpang memanfaatkan jasa porter. Pada periode pagi, pergerakan penumpang didominasi rute Kualanamu, Medan, dan Soekarno-Hatta, Jakarta. Masing-masing rute tercatat memiliki dua penerbangan dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 10.00 WIB.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, pengelola bandara menyiagakan petugas di berbagai titik pelayanan. Di area kedatangan, Posko Terpadu Angkutan Natal dan Tahun Baru juga telah berdiri dengan belasan petugas yang bersiaga.
Salah seorang penumpang, Ega, mengaku memilih mudik lebih awal ke Medan agar memiliki waktu lebih panjang berkumpul bersama keluarga. Selain itu, ia ingin menghindari kepadatan penumpang yang biasanya terjadi menjelang Hari Natal.
“Kalau berangkat lebih awal suasananya lebih tenang dan bisa lebih lama bersama keluarga di kampung,” ujarnya.
Kepala Posko Terpadu Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Bambang, mengatakan peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak posko resmi beroperasi pada 18 Desember 2025. Lonjakan tertinggi terjadi pada 20 Desember 2025.
“Saat itu tercatat 14.649 penumpang dengan total 101 penerbangan,” kata Bambang.
Secara akumulatif, sejak posko beroperasi hingga saat ini telah tercatat 394 penerbangan dengan total 53.230 penumpang. Pergerakan kargo juga mencapai 448 ton.
Bambang memprediksi lonjakan penumpang masih akan berlanjut hingga H-1 Natal, seiring adanya pengajuan penerbangan tambahan dari maskapai.
“Untuk hari ini saja sudah ada pengajuan delapan penerbangan tambahan. Data lengkapnya akan kami rekap sore nanti, namun trennya terus meningkat,” ujarnya.
Lonjakan arus penumpang juga terjadi di sektor transportasi laut. Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Takwin Masiku, mencatat sejak 18 hingga 21 Desember 2025, jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui tujuh pelabuhan di Batam telah menembus lebih dari 110 ribu orang.
Angka tersebut merupakan akumulasi penumpang domestik dan internasional. Untuk penumpang domestik, tercatat sebanyak 60.761 orang, meningkat 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penumpang internasional mencapai 87.813 orang, atau naik sekitar 16,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk hari ini, datanya masih kami rekap. Namun khusus Kapal Kelud yang berangkat menuju Belawan, jumlah penumpangnya sudah lebih dari 3.000 orang,” ujar Takwin.
Ia memprediksi puncak arus mudik dan arus libur Nataru di Batam akan terjadi pada 27 Desember 2025. KSOP Batam bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan pelayanan pelabuhan tetap optimal.
Peningkatan penumpang juga terasa di Pelabuhan Domestik Sekupang. Humas PT Dunia Line, Asmadi, menyebutkan ribuan penumpang telah berangkat sejak Sabtu hingga Minggu (20–21/12), dan lonjakan diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati Natal dan Tahun Baru.
“Jika terjadi lonjakan, kami siap menambah trip kapal sesuai kebutuhan. Yang terpenting pelayanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” tegasnya.
Selain kesiapan armada, faktor keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem di perairan Kepulauan Riau. Penyesuaian jadwal keberangkatan akan dilakukan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Hingga kini, operasional bandara dan pelabuhan di Batam masih berjalan normal dengan pengamanan serta pelayanan yang terus ditingkatkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Nataru. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO