Buka konten ini

BATAM (BP) – Arus wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, ke Kota Batam mulai meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Itu bisa dilihat di sejumlah pusat perbelanjaan seperti Mega Mall Batam Center, Grand Batam Mall, DC Mall, hingga sejumlah pusat perdagangan dan pertokoan di wilayah Nagoya dan Bengkong, jumlah wisatawan asing kian banyak terlihat.
Rata-rata, para wisman dari negeri jiran tiba di sejumlah pelabuhan internasional, mulai dari Batam Canter, Harbour Bay, dan lainnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di pelabuhan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memperkuat pelayanan sekaligus memperketat pengawasan di pelabuhan internasional.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi singkat bersama unsur CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Authority) di Pelabuhan Internasional Batam Center.
“Rapat kecil tapi efektif kami lakukan untuk memperkuat sinergi dan membentuk kerja tim agar pelayanan tetap optimal saat terjadi lonjakan penumpang,” ujar Hajar kepada Batam Pos, Jumat (19/12).
Untuk mempercepat proses pemeriksaan, Imigrasi Batam menambah jumlah konter pelayanan di area kedatangan dan keberangkatan. Di area kedatangan, disiapkan tambahan dua hingga empat konter, didukung lima unit autogate, sehingga total tersedia 14 konter aktif dengan 28 petugas.
Sementara di area keberangkatan, Imigrasi menambah dua konter pemeriksaan dengan dukungan lima autogate. Secara keseluruhan terdapat sekitar sembilan konter aktif dengan 18 petugas yang bersiaga.
“Kami berharap tidak terjadi penumpukan antrean seperti yang pernah dialami di masa lalu. Alhamdulillah, dua tahun terakhir pelayanan Nataru berjalan lancar,” kata Hajar.
Imigrasi Batam mulai bersiaga penuh sejak 20 Desember hingga 5 Januari. Berdasarkan data sementara, arus keberangkatan pada periode 20–25 Desember diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu penumpang. Sementara arus kedatangan diproyeksikan meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama dari Singapura.
Pengawasan difokuskan di tiga pelabuhan internasional utama, yakni Pelabuhan Batam Center sebagai yang tersibuk, disusul Harbour Bay dan Pelabuhan Bengkong. Pada periode Nataru tahun lalu, Harbour Bay melayani sekitar 100 ribu penumpang, sedangkan Pelabuhan Bengkong mencatat sekitar 4.200 penumpang.
Selain peningkatan pelayanan, Imigrasi Batam juga memperketat pengawasan untuk mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pengamanan dilakukan terpadu bersama Polri dan instansi terkait, mulai dari area parkir hingga pemeriksaan dokumen.
“Kami tetap waspada karena potensi pelanggaran bisa muncul di tengah keramaian. Koordinasi lintas instansi terus kami lakukan,” tegas Hajar.
Sementara itu, Kepala Operasi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Zenorega, memastikan kesiapan pengelola pelabuhan menghadapi arus Nataru. Sejumlah fasilitas ditingkatkan, termasuk penambahan satu unit mesin X-ray oleh Bea Cukai serta optimalisasi lima unit autogate Imigrasi.
“Berdasarkan evaluasi Desember tahun lalu, tidak terjadi penumpukan penumpang. Skema yang sama kembali kami terapkan tahun ini,” ujarnya.
Dari sisi sandar kapal, Pelabuhan Batam Center masih mengoperasikan dua ponton dengan jadwal kapal reguler setiap 30 menit. Hingga kini belum ada penambahan kapal ekstra karena kondisi dinilai masih terkendali. Pengawasan lalu lintas kapal dilakukan KSOP dan Perhubungan Laut, terutama terkait faktor cuaca.
Seluruh fasilitas pendukung seperti listrik, genset, pendingin ruangan, autogate, dan mesin X-ray dipastikan berfungsi optimal melalui perawatan rutin. Lonjakan penumpang diperkirakan segera terjadi, dengan pergerakan dari Singapura mencapai sekitar 45 trip kapal per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan rute Malaysia.
Akses Mudah Dongkrak Kunjungan dari Singapura
Arus kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam masih menunjukkan geliat positif, terutama dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kedekatan geografis serta kemudahan akses menjadikan Batam tetap diminati sebagai tujuan liburan singkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Oktober 2025 tercatat sebanyak 139.443 kunjungan wisman ke Batam. Capaian tersebut mengukuhkan posisi Batam sebagai salah satu pintu utama pariwisata internasional di wilayah barat Indonesia.
Meski secara bulanan jumlah kunjungan mengalami penurunan tipis sebesar 1,77 persen dibandingkan September 2025 yang mencapai 141.958 kunjungan, dinamika pergerakan wisman dinilai masih stabil. Aktivitas wisata tetap ramai, terutama pada akhir pekan dan masa libur singkat di negara tetangga.
Kepadatan wisman terlihat di sejumlah kawasan favorit, seperti Nagoya, Harbour Bay, Batam Centre, hingga pusat-pusat perbelanjaan. Pelabuhan internasional juga terpantau padat oleh wisatawan yang datang menggunakan kapal feri dari Singapura dan Johor Bahru.
“Batam sangat dekat dan mudah dijangkau. Kami sering datang untuk liburan singkat, belanja, dan menikmati makanan laut,” ujar Lim We, wisatawan asal Singapura, saat ditemui di kawasan Nagoya.
Ia menilai suasana Batam kini semakin hidup dengan beragam pilihan kuliner dan hiburan. Geliat kunjungan wisman tersebut turut tercermin dari aktivitas sektor perhotelan yang tetap menunjukkan tingkat hunian stabil. (*)
Reporter : M. SYA’BAN – RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK