Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Angkutan kota (angkot) yang diduga sudah tidak laik jalan masih beroperasi melayani trayek di kawasan Batuaji dan Sagulung. Keberadaan angkutan umum tersebut kerap dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, bahkan disebut-sebut menjadi penyebab kecelakaan.
Surya, warga Batuaji, mengaku resah dengan angkot yang dulu dikenal sebagai bimbang atau bimbar itu. Menurutnya, selain kondisi kendaraan yang memprihatinkan, perilaku sopir juga kerap ugal-ugalan dan melanggar aturan lalu lintas.
“Bimbar itu sering ngebut, terobos lampu merah, berhenti mendadak tanpa pakai lampu sein. Sangat berbahaya,” ujar Surya, Kamis (18/12).
Ia menambahkan, hampir seluruh armada angkot tersebut sudah tidak memenuhi standar kelayakan jalan. Fasilitas di dalam kendaraan rusak, bodi mobil keropos, hingga sejumlah bagian kendaraan tidak lengkap.
“Bemprnya rusak, kacanya ada yang tidak ada. Kondisinya sudah sangat tidak laik untuk di jalan,” katanya.
Padahal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam sebelumnya berencana menghapus atau menghentikan operasional angkot tak laik jalan itu pada 2025. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi.
“Lebih baik dihentikan saja. Sekarang masyarakat juga sudah banyak beralih ke Trans Batam,” ungkap Surya.
Keluhan serupa disampaikan Rio, warga lainnya. Ia menilai keberadaan angkot tak laik jalan lebih banyak menimbulkan masalah daripada manfaat. Aksi ugal-ugalan sopir, kata dia, kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
“Sudah sering bikin kecelakaan. Bahkan ada penumpang yang sampai meninggal dunia. Sekarang keberadaannya cuma jadi masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Leo Putra belum memberikan tanggapan terkait masih beroperasinya angkot tak laik jalan di Batuaji dan Sagulung. Upaya konfirmasi hingga berita ini diturunkan belum membuahkan respons. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO