Buka konten ini

MAROKO (BP) – Indonesia kembali memperkuat diplomasi kopi di panggung internasional. Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Maroko memperkenalkan salah satu varietas kopi paling langka di dunia dalam ajang Marrakech Festival 2025.
Varietas yang diusung adalah Rimba Excelsa. Kopi eksotis asal Indonesia tersebut ditetapkan sebagai hero coffee untuk merepresentasikan kekayaan dan keragaman kopi nusantara di pasar global.
Perwakilan KAPPI, Roby Wibisono, menyampaikan kehadiran Indonesia dalam festival tersebut bertujuan memperjuangkan eksistensi kopi nasional di tingkat dunia. Dengan dukungan KBRI Maroko, KAPPI menampilkan ragam kopi Indonesia, dengan Rimba Excelsa sebagai ikon utama yang dibawa ke ajang internasional di Maroko.
Excelsa dikenal sebagai salah satu varietas kopi paling langka, dengan kontribusi kurang dari satu persen terhadap total produksi kopi dunia. Berasal dari Liberica var. dewevrei, kopi ini memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu panas ekstrem, kondisi tanah yang sulit, serta perubahan iklim, sehingga dinilai relevan dalam isu keberlanjutan global.
Rimba Excelsa yang diperkenalkan KAPPI berasal dari Lampung. Tanaman kopi ini dibudidayakan di ketinggian 200 hingga 400 meter di atas permukaan laut. Proses pengolahannya dilakukan secara natural, menghasilkan karakter aroma floral yang kuat, body yang tebal, serta cita rasa unik menyerupai buah nangka (jackfruit) yang kompleks.
Pada kesempatan yang sama, pakar kopi Indonesia, Moelyono Soesilo, menyoroti tantangan utama sektor perkopian nasional yang bukan terletak pada keterbatasan lahan, melainkan pada tingkat produktivitas.
Menurutnya, Indonesia memiliki area perkebunan kopi yang luas, namun hasil per hektare masih relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara produsen lain. Dengan peningkatan praktik budidaya di lahan yang sudah ada, peluang peningkatan produksi dinilai sangat terbuka tanpa perlu ekspansi lahan baru.
Ia menambahkan, penerapan good farming practices seperti pemangkasan yang tepat, pemupukan berimbang, serta peremajaan tanaman telah menunjukkan hasil positif di lapangan. Melalui edukasi petani dan keterlibatan generasi muda, produktivitas kopi Indonesia disebut berpotensi meningkat hingga dua hingga tiga ton per hektare, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkopian dalam jangka panjang. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO