Buka konten ini

DUNIA investasi di Kabupaten Karimun sepanjang 2025 masih belum bergairah. Baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) memang mengalami pertumbuhan, namun nilainya tergolong minim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun, Budi Kurniawan, mengatakan realisasi investasi PMA dan PMDN sepanjang 2025 tetap ada, tetapi jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sesuai data kami, realisasi PMA di Karimun tahun ini hanya tumbuh sekitar 3 persen dengan nilai investasi Rp316,7 miliar, tepatnya Rp316.729.266.017, dan hanya berasal dari satu perusahaan,” ujar Budi saat dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (16/12).
Sementara untuk PMDN, pertumbuhannya tercatat sebesar 13 persen dengan nilai investasi Rp481,6 miliar atau tepatnya Rp481.610.173.149 yang berasal dari 177 perusahaan.
“Jika ditotal, nilai investasi PMA dan PMDN di Kabupaten Karimun hingga Desember 2025 mencapai Rp798.339.439.166,” jelasnya.
Meski masih mencatat pertumbuhan, Budi mengakui capaian investasi tahun ini justru mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan 2024.
Pada 2024, realisasi investasi PMA di Kabupaten Karimun tercatat sebesar Rp8,50 triliun atau tepatnya Rp8.506.306.397.331 dengan jumlah 33 perusahaan.
Adapun PMDN pada 2024 mencapai Rp507,6 miliar atau Rp507.626.370.025 dengan total 1.361 perusahaan. Dengan demikian, total investasi PMA dan PMDN pada tahun lalu mencapai Rp9.013.932.767.356.
“Untuk investasi PMA terbesar masih dipegang oleh PT Saipem Indonesia Karimun Yard,” ungkap Budi.
Menurutnya, minimnya investasi di Kabupaten Karimun pada 2025 diperkirakan dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kondisi global.
“Kami memperkirakan ada pengaruh global, seperti persaingan dagang antarnegara, khususnya antara Cina dan Eropa. Selain itu, masih ada sikap wait and see dari para investor terhadap peluang yang ada,” jelasnya. (***)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY