Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Bangsa PKB Kota Batam periode 2025–2029 resmi dilantik di Hotel Aston Pelita, Lubuk Baja, Minggu (14/12) pagi. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua DPW Perempuan Bangsa Provinsi Kepri, Helmiaty Basri.
Dalam sambutannya, Helmiaty menegaskan pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah dan pengabdian para pengurus kepada masyarakat.
“Perempuan Bangsa harus menjadi organisasi yang berdaya, berperan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Helmiaty, Perempuan Bangsa lahir dari kesadaran untuk menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar pelengkap. Perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga, penopang ketahanan sosial, sekaligus aktor penting dalam pembangunan bangsa.
“Kehadiran DPC Perempuan Bangsa Kota Batam harus menjadi rumah perjuangan, ruang penguatan kapasitas, dan wadah konsolidasi perempuan-perempuan hebat, khususnya di Batam,” katanya.
Ia juga mendorong pengurus agar menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi perempuan, pendidikan politik yang santun, kepedulian sosial, hingga advokasi isu perempuan dan anak.
“DPW Perempuan Bangsa Kepri akan terus mendampingi dan bersinergi agar langkah kita sejalan dengan visi besar Perempuan Bangsa dan PKB. Mari bekerja dengan hati, bergerak dengan aksi, dan hadir membawa solusi,” tegasnya.
Selain pelantikan pengurus DPC Perempuan Bangsa, kegiatan juga dirangkai dengan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Kota Batam yang diresmikan Sekretaris DPW PKB Provinsi Kepri, Aman.
Aman menyebut Muscab sebagai momentum strategis bagi penguatan partai di tingkat cabang. Melalui forum ini, DPW akan memetakan calon ketua PAC berdasarkan usulan peserta.
“Tahun ini tidak langsung dilakukan pemilihan secara aklamasi atau voting. Semua usulan akan kita petakan dan akomodir,” ujarnya.
Tahapan selanjutnya, kata Aman, DPW akan melakukan wawancara dan penilaian untuk memastikan ketua PAC terpilih memiliki kapasitas serta loyalitas terhadap perjuangan PKB.
“Kita ingin mendapatkan ketua PAC yang solid dan siap berjuang bersama PKB,” ujar anggota DPRD Provinsi Kepri itu. Ia juga mengapresiasi DPC PKB Kota Batam yang menggabungkan Muscab dengan kaderisasi partai. Melalui kegiatan ini, seluruh kader dibekali pemahaman visi, misi, serta arah perjuangan PKB.
“PKB adalah partai terbuka. Namun setelah bergabung, kader harus bergerak sesuai garis perjuangan dan kebijakan partai,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Batam, Surya Makmur Nasution, menjelaskan pemilihan ketua PAC kini menggunakan mekanisme baru sesuai perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Setiap PAC akan mengusulkan nama calon ketua beserta pengurus lainnya. Selanjutnya, DPW menetapkan melalui Surat Keputusan,” ujarnya.
Surya juga menambahkan pendidikan kader di PKB terbagi menjadi dua, yakni Sekolah Kader Perubahan dan Pendidikan Kader Loyalis, yang wajib diikuti seluruh kader.
“Dengan pendidikan ini, kader memiliki bekal menjalankan mabda’ siyasi atau dasar pijakan politik PKB. Sebagai partai yang dibangun Nahdlatul Ulama, nilai Ahlussunnah wal Jamaah menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” pungkasnya. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : MUHAMMAD NUR