Buka konten ini

Peluncuran Visit Johor 2026 di Dataran Bandaraya Johor Bahru berlangsung spektakuler dengan pertunjukan ratusan drone, zapin massal 4.000 penari, serta konser artis. Acara ini menandai komitmen Johor menyambut dunia melalui perpaduan budaya, hiburan, dan teknologi sebagai penggerak pariwisata Johor Bahru.
Johor Bahru, Malaysia (BP) – Malam itu, langit Dataran Bandaraya Johor menjadi perhatian ribuan pasang mata. Ratusan drone terangkat perlahan, membentuk titik-titik cahaya yang bergerak serempak, seolah menari mengikuti denyut kota. Dalam hitungan menit, cahaya itu berubah rupa dari tulisan Visit Johor 2026, siluet harimau maskot, penari zapin, hingga simbol-simbol kebanggaan Negeri Johor.
Setiap perubahan bentuk disambut decak kagum belasan ribu pasang mata yang memadati kawasan tersebut. Anak-anak berdiri di pundak orang tua, gawai terangkat tinggi, sementara sorot lampu panggung berpadu dengan cahaya drone yang terus berganti formasi, belasan kali tanpa jeda.
Pertunjukan drone itu menjadi puncak visual peluncuran Tahun Melawat Johor 2026, yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Desember 2025. Namun, kemeriahan malam pembukaan tidak hanya datang dari langit.
Acara diawali dari darat melalui denting musik tradisional dan hentakan kaki ribuan penari zapin. Sebanyak 4.000 penari, terdiri atas peserta muda hingga dewasa, tampil serempak di hadapan panggung utama, menciptakan lautan gerak yang memukau.
Zapin massal tersebut bukan sekadar pembuka acara, melainkan pernyataan kuat bahwa Johor menjadikan budaya sebagai roh utama pariwisata. Gerakan yang selaras dan irama yang mengalun membawa penonton larut dalam suasana tradisi yang hidup.
Persembahan zapin kolosal itu bahkan dicatat dalam Malaysia Book of Records (MBOR) sebagai salah satu penampilan zapin terbesar, sekaligus simbol kekuatan budaya Johor yang tetap bertahan di tengah modernisasi.
“Zapin adalah identitas Johor. Malam ini kita rayakan warisan budaya itu bersama ribuan rakyat,” ujar Menteri Besar Johor, Datuk Onn Hafiz Ghazi, usai menyaksikan penampilan zapin massal tersebut.
Bagi Onn Hafiz, peluncuran Tahun Melawat Johor 2026 bukan sekadar seremoni. Ia adalah pernyataan kesiapan Johor menyambut wisatawan global. Pemerintah negeri menargetkan 12 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2026, dengan potensi dampak ekonomi mencapai lebih dari RM42 miliar.
Pulau-pulau indah seperti Pulau Rawa, Pulau Besar, dan Pulau Tinggi dan lainnya kembali dipromosikan, berdampingan dengan taman tema internasional seperti Legoland dan Desaru Coast Adventure Waterpark. Johor ingin menawarkan pengalaman lengkap alam, hiburan, dan budaya dalam satu destinasi.
“Johor memiliki kekayaan alam, budaya, dan warisan yang luar biasa. Pulau-pulau kami indah, taman tema bertaraf internasional tersedia, dan infrastruktur terus kami perkuat. Semua ini menjadi asas untuk menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri,” kata Onn Hafiz.
Dijelaskannya, peluncuran Tahun Melawat Johor 2026 juga selaras dengan agenda pelancongan nasional Malaysia dan didukung berbagai pihak, termasuk badan promosi pariwisata, pemerintah daerah, serta pelaku industri pariwisata.
“Kejayaan program ini adalah hasil usaha bersepadu seluruh pihak, termasuk Tourism Johor, pemerintah tempatan, penggiat industri pelancongan, serta semua agensi yang terlibat,” katanya.
Ia juga menyinggung revitalisasi destinasi unggulan, termasuk Zoo Johor yang kini berwajah baru dan telah dikunjungi lebih dari 1,2 juta wisatawan tahun ini. Ke depan, wisata malam di kebun binatang tersebut juga tengah disiapkan sebagai daya tarik tambahan.
“ke depan akan hadir konsep kunjungan malam,” tegasnya.
Tak hanya destinasi, kalender acara pun disiapkan padat. Lebih dari 60 agenda berskala nasional dan internasional akan digelar sepanjang 2026. Mulai dari Majestic Johor Festival, International Zapin and Musical Festival, festival layang-layang, hingga pesta durian dan kegiatan ekowisata berbasis komunitas.
Bagi para pelancong, pengalaman Johor tak berhenti pada pemandangan dan pertunjukan. Kuliner khas seperti Laksa Johor, mi bandung, nasi ambeng, asam pedas, hingga jajanan tradisional akan menjadi bagian penting dari narasi pariwisata.
“Datang ke Johor tanpa menikmati makanannya, rasanya belum sah,” ujar Onn Hafiz sambil tersenyum.
Dari sisi aksesibilitas, Bandara Internasional Senai kini mencatat lebih dari 500 pergerakan penerbangan per pekan, menghubungkan Johor dengan sekitar 20 destinasi domestik dan internasional, termasuk Bangkok, Ho Chi Minh City, Guangzhou, Jakarta, dan lainnya.
Dengan peluncuran ini, Johor menegaskan kesiapannya menyambut wisatawan dunia. Pemerintah Negeri Johor mengajak masyarakat regional dan internasional untuk datang, menjelajahi, serta merasakan langsung pesona budaya, alam, dan kuliner khas negeri tersebut sepanjang Tahun Melawat Johor 2026. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GUSTIA BENNY