Buka konten ini


ACEH (BP) – Tim relawan asal Batam yang tergabung dalam Yayasan Merah Putih (YMP) Darussalam berhasil menembus sejumlah desa yang terisolir di Kabupaten Aceh Tamiang, usai banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Ustaz Muhammad Toha, salah satu relawan YMP, mengatakan kepada Batam Pos, bahwa fokus utama sejak tiga hari terakhir adalah membuka akses Jembatan Rantau Bintang di Desa Pematang Durian. Hingga hari ke-16 pascabencana, ruas jalan di jembatan itu masih tidak bisa dilalui karena tertutup kayu gelondongan, pohon sawit yang tersangkut, serta lumpur tebal.
“Kami sudah tiga hari di sini, fokus membuka akses jembatan ini,” ujar Ustaz Toha, Rabu (10/12).
Menurutnya, kawasan tersebut belum pernah tersentuh bantuan. Tim YMP—dengan dukungan Indonesia Offroad Federation (IOF) dan XTRIIM INDONESIA—menjadi yang pertama mencapai lokasi menggunakan kendaraan offroad. Batang-batang pohon besar yang menutup jembatan ditarik keluar menggunakan kawat seling dengan bantuan mobil offroad.
Setelah akses Jembatan Rantau Bintang berhasil dibuka, tim YMP Darussalam melanjutkan perjalanan dan untuk pertama kalinya menembus sejumlah desa yang terisolir hingga hari ke-17 pascabencana.
“Relawan Batam, insyaallah, akan membagikan lima genset untuk warga lima desa: Ranto Bintang di Kecamatan Bandar Pusaka, Pematang Durian, Desa Juar, Desa Sulum, dan Desa Suka Makmur di Kecamatan Sekerak,” kata Toha.
Perjuangan tim tidak mudah. Jalan penuh lumpur tebal, kayu gelondongan, dan pohon sawit tumbang menghambat perjalanan. Namun pada Kamis (11/12), tim YMP berhasil mencapai Desa Sulum di Kecamatan Sekerak.
“Di desa ini ada sekitar 200-an KK terdampak. Hanya dua rumah yang aman karena berada di bukit,” ujar Ustadz Ahmadi, relawan YMP lainnya.
Sebelum tim YMP tiba, warga hanya bisa mengambil bantuan melalui jalur sungai dengan waktu tempuh 30 menit hingga satu jam menuju Jembatan Rantau Bintang—titik terdekat yang masih dapat dijangkau.
Ketua Tim Relawan YMP, Muhammad Joni, mengatakan genset sudah mulai dibagikan dan langsung dimanfaatkan warga, termasuk untuk mengecas ponsel agar bisa menghubungi keluarga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jamaah yang telah menyumbangkan dana untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh yang terdampak bencana,” ujarnya.
Tim relawan asal Batam bersama IOF dan XTRIIM INDONESIA masih akan melanjutkan penyisiran ke desa-desa lain yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan akibat medan yang rusak parah. (*)
Reporter : MUHAMMAD NUR
Editor : RATNA IRTATIK