Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Perusahaan Gas Negara (PGN) memproyeksikan permintaan konsumen tumbuh 2–3 persen per tahun. Untuk mengimbangi pertumbuhan tersebut, PGN memperluas pencarian sumber baru sekaligus memaksimalkan pemanfaatan liquefied natural gas (LNG) domestik.
“PGN berperan pada midstream dan downstream. Fokus utama kami adalah memastikan alokasi gas dari pemerintah dapat mengalir secara andal melalui infrastruktur pipa maupun non pipa,” ujar Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, di Jakarta kemarin (9/12)
LNG memainkan peran kian strategis dalam menjaga kontinuitas suplai nasional. Langkah ini penting untuk diambil sambil menunggu beroperasinya proyek besar seperti Masela dan Andaman yang diharapkan menjadi pemasok jangka panjang.
Selain itu, penguatan jaringan pipa maupun fasilitas non pipa dinilai menjadi fondasi agar pasokan dapat menjangkau pusat-pusat kebutuhan secara efisien. ”Kami mendorong orkestrasi antara Pemerintah, pelaku hulu, pelaku usaha midstream dan downstream, serta sektor industri, yang menjadi faktor penentu ketahanan energi ke depan,” tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa PGN selalu mengedepankan kepatuhan dalam setiap kegiatan operasional dan investasi. PGN saat ini mengoperasikan lebih dari 35.000 km jaringan pipa, fasilitas LNG, serta lebih dari 800 ribu sambungan jargas rumah tangga, menjadikannya infrastruktur gas terbesar dan paling terintegrasi di Indonesia. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO