Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Kapal kargo KM Pelangi 15 dikabarkan hilang saat melakukan perjalanan dari Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau menuju Pontianak, Kalimantan Barat.
Informasi hilangnya kapal tersebut membuat sejumlah pihak khawatir, terutama keluarga para awak yang berada di atas kapal.
Berdasarkan informasi awal, KM Pelangi 15 yang memiliki lambung berwarna hijau itu berangkat dari Pelabuhan Tarempa pada Sabtu (6/12) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapal tersebut diketahui membawa muatan ikan segar serta sejumlah barang kebutuhan pokok untuk dikirim ke Pontianak.
Estimasi perjalanan dari Tarempa menuju Pontianak memakan waktu sekitar 30 jam. Dengan perhitungan itu, kapal diperkirakan tiba di Pontianak pada Senin (8/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Namun hingga waktu yang ditentukan, kapal tak kunjung tiba dan tidak dapat dihubungi.
Kepala Basarnas Natuna, Abdul Rahman, membenarkan laporan hilangnya kapal tersebut. Ia mengatakan pihak agen kapal sudah menghubungi Basarnas setelah KM Pelangi 15 tidak menampakkan tanda keberadaan.
“Sampai saat ini kapal belum tiba di Pontianak. Agen melapor ke kami,” ujar Abdul Rahman, Senin (8/12) siang.
Ia menjelaskan, hasil pantauan dari Automatic Identification System (AIS) menunjukkan posisi terakhir kapal berada di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan. Posisi itu terekam pada Minggu (7/12) sekitar pukul 13.10 WIB.
Setelah posisi tersebut, tidak ada lagi sinyal atau pergerakan yang terekam melalui AIS. Hal inilah yang membuat Basarnas mempercepat proses pencarian dan melakukan koordinasi dengan berbagai tim di lapangan.
“Sampai saat ini kami terus melakukan pencarian bersama tim gabungan,” kata Abdul Rahman.
Upaya pencarian tidak hanya dilakukan oleh Basarnas dan instansi terkait. Warga setempat juga ikut membantu, termasuk dua kapal pompong milik warga Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Tengah, yang diterjunkan sejak Minggu malam.
Namun hingga laporan terakhir diterima, pencarian melalui jalur laut oleh warga maupun petugas belum membuahkan hasil. Tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun serpihan barang yang mengarah pada KM Pelangi 15.
Kondisi cuaca di wilayah perairan Tambelan juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Gelombang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat tim di lapangan harus lebih berhati-hati.
Diketahui, terdapat empat orang awak di dalam KM Pelangi 15. Mereka adalah Syaiful Anwar, 54, warga Hutan Lindung, Kota Tanjungpinang; Abidin, 43, warga Tanjungunggat, Kota Tanjungpinang; Juraimi, 46, warga Desa Nyamuk, Kabupaten Anambas; serta Sarip, 38, warga Desa Nyamuk, Kabupaten Anambas.
Pihak keluarga berharap pencarian dapat segera menemukan titik terang. Mereka meminta pemerintah dan Basarnas terus memaksimalkan penyisiran agar keberadaan kapal dapat ditemukan secepat mungkin.
Hingga kini, seluruh pihak masih menunggu perkembangan terbaru dari tim di lapangan terkait keberadaan KM Pelangi 15 yang hilang sejak Minggu siang. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY