Buka konten ini

SURABAYA (BP) – Pelaku industri pariwisata mulai optimistis menyambut tahun depan. Peningkatan permintaan wisata yang diproyeksikan pada 2026 mendorong biro perjalanan cepat memetakan destinasi yang diperkirakan diminati traveler Indonesia.
GM of Communication & CRM Golden Rama, Ricky Hilton, menjelaskan bahwa tren wisata global diprediksi bergerak lebih dinamis dibanding tahun ini. Berdasarkan laporan Skyscanner Travel Trends 2026, sekitar 84 persen wisatawan internasional berencana melakukan perjalanan sama banyak atau lebih banyak daripada tahun sebelumnya. “Angka ini menjadi indikasi adanya potensi pertumbuhan arus wisata, termasuk dari Indonesia,” ungkapnya kemarin (5/12).
Perhatian kini bergeser pada fenomena altitude shift, di mana 76 persen traveler global tertarik menjadikan pegunungan sebagai destinasi baru untuk beristirahat. Pilihan ini bukan hanya untuk olahraga ski, melainkan juga untuk menikmati udara segar, ketenangan, dan relaksasi mental.
Tren preferensi wisatawan Indonesia pun mengikuti pergeseran global. Mereka semakin mengincar pengalaman autentik, seperti wisata kuliner, seni, budaya, hingga wellness retreat. Wisata kelompok kembali diminati, khususnya ke destinasi Eropa, Korea, Tiongkok, dan Rusia.
Presiden Direktur Golden Rama Tours & Travel, Madu Sudono, menambahkan bahwa pihaknya telah menyesuaikan strategi sesuai tren tersebut. Salah satunya melalui paket perjalanan inspiratif ke pegunungan Asia dan Eropa. Pegunungan Dolomites di Italia Utara, misalnya, kini mulai menjadi incaran wisatawan Indonesia.
“Kami melihat wisatawan lebih menghargai nilai pengalaman, mencari keunikan lokal, dan menginginkan pengalaman autentik,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO