Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Siklon tropis Senyar yang memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra dipastikan tidak berdampak langsung di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Meski demikian, wilayah Kepri, terutama Tanjungpinang, dan Bintan, tetap merasakan pengaruh siklon tropis tersebut, salah satunya berupa peningkatan tinggi gelombang di perairan yang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Sementara itu, curah hujan di wilayah Kepri masih berada pada kategori normal dan tidak menunjukkan indikasi hujan ekstrem seperti yang terjadi di Sumatra.
”Dampak yang dirasakan lebih ke peningkatan gelombang dan hujan yang masih dalam level normal,” kata Kepala BMKG Kota Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, Rabu (3/12).
Stasiun BMKG menetapkan Tanjungpinang dan Bintan dalam status waspada hingga 5 Desember. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi, sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati.
Kosasih menegaskan, BMKG selalu siap memberikan informasi dini apabila potensi
cuaca ekstrem meningkat.
”Jika ada peningkatan kondisi dari waspada menjadi siaga atau awas, tentu akan segera kami sampaikan,” tambahnya.
Masyarakat Pesisir Bintan Diminta Waspada Banjir Rob
Sementara itu, masyarakat pesisir Kepulauan Riau, termasuk di Bintan, diminta waspada terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi mulai 4 hingga 13 Desember 2025.
Peringatan dini banjir rob telah dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 29 November 2025.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Ramlah, mengaku telah menerima peringatan tersebut. Di Bintan, banjir rob diprediksi akan melanda wilayah pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya.
BPBD Bintan telah mengambil sejumlah langkah antisipatif, antara lain mengeluarkan surat edaran kepada OPD terkait, camat, lurah, dan kepala desa di daerah pesisir. Selain itu, pemantauan titik rawan bencana terus dilakukan.
Masyarakat yang terdampak diminta melaporkan kejadian bencana kepada ketua RT/RW, lurah, kepala desa, atau langsung ke BPBD Bintan. “Penanganan bencana akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan kelurahan,” jelas Ramlah.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menghadapi potensi bencana cuaca ekstrem, termasuk gelombang tinggi.
Karimun Siaga Hadapi Cuaca Ekstrim
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karimun bersama dengan TNI, Polri, KSOP dan stakeholder lainnya sudah melakukan persiapan mitigasi dalam menghadapi cuaca ekstrim yang diakibatkan dari badai Senyar yang diprediksi oleh BMKG akan melewati daerah Kabupaten Karimun.
“Hari ini (Rabu, red) kami bersama dengan instansi terkait sudah melakukan rapat secara daring dengan Menteri Dalam Negeri. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka antisipasi, mitigasi dan persiapan daerah kita dalam menghadapi perubahan cuaca. ,’’ ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah Rabu (3/11).
Daerah yang akan terdampak sudah dilakukan pemetaan oleh pihak terkait. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL – SLAMET NOFASUSANTO – SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY