Buka konten ini

HARGA lahan di kawasan perkotaan yang terus meningkat membuat tipe hunian ideal kian sulit diwujudkan. Kondisi itu berimbas pada semakin terbatasnya ukuran ruang di dalam rumah. Pada saat yang sama, perubahan gaya hidup pekerja urban mendorong kebutuhan akan hunian kompak yang praktis dan fungsional.
Namun, ruang yang serba terbatas menuntut penataan yang lebih cermat agar tetap nyaman dihuni.
Ketua Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII), Lea Aziz, menekankan pentingnya fungsi saat merancang ruang berukuran kecil. “Yang terpenting adalah ruangnya. Ruangan besar belum tentu efisien. Banyak hal bisa dirancang dan dikreasikan agar ruang terbatas tetap efisien dan nyaman,” ujarnya dalam sebuah acara di Jakarta, awal pekan ini.
Menurut Lea, tuntutan gaya hidup yang serba praktis menjadi tantangan tersendiri bagi para desainer interior. Rancangan ruang kini harus semakin efisien, sederhana, tetapi tetap mengutamakan unsur kenyamanan dan keamanan.
Kemajuan teknologi dan inovasi material bangunan juga membuka lebih banyak pilihan, sekaligus meningkatkan kompleksitas dalam proses perancangan.
Pada kamar berukuran 2,5 x 2,5 meter yang banyak digunakan pada rumah kompak atau unit apartemen, Lea menyebut hanya furnitur fungsional yang dapat ditempatkan. Di antaranya tempat tidur, rak kecil, dan lemari berukuran minimalis.
Ruang penyimpanan sebaiknya dibuat secara built-in, menempel pada dinding, atau memanfaatkan area di bawah tempat tidur.
Dengan panjang tempat tidur sekitar dua meter, sisa ruang gerak hanya sekitar 50 sentimeter. Karena itu, Lea menyarankan pemilihan tempat tidur berlebar 1,4 meter atau maksimal 1,6 meter. Ukuran tersebut dinilai masih cukup ideal untuk pasangan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO