Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Jawa Timur pada 2026 tetap tumbuh solid. Aktivitas dunia usaha diproyeksikan menjadi penggerak utama, ditopang konsumsi masyarakat, kinerja ekspor, serta masuknya arus investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Jatim diprediksi berada dalam rentang 4,8–5,6 persen.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Noor Nugroho menyampaikan bahwa daya tahan ekonomi Jatim masih kuat meski situasi global penuh ketidakpastian. “Kegiatan ekspor dan investasi diharapkan terus meningkat,” ujarnya, Minggu (30/11).
Menurut Noor, kekuatan Jatim masih bertumpu pada sektor manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, BI menekankan pentingnya menjaga kelancaran hilirisasi, meningkatkan daya saing industri, sekaligus memperkuat lembaga ekonomi di tingkat daerah.
Ia menambahkan, ada enam aspek strategis yang terus disinergikan untuk memperkokoh fondasi ekonomi. Di antaranya percepatan investasi, penguatan sektor unggulan dan ekonomi baru, serta perluasan kesempatan UMKM memperoleh pembiayaan. “UMKM harus diperkuat melalui akses pembiayaan yang lebih luas, integrasi promosi, dan penguatan ekosistem,” tuturnya.
Aspek lain yang juga menjadi fokus BI meliputi digitalisasi sistem penerimaan dan pembiayaan daerah, perluasan penggunaan QRIS, serta koordinasi pengendalian inflasi lintas lembaga. “Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jatim menjadi penting agar ekonomi Jatim berjalan,” tutup Noor. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO