Sabtu, 14 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Bantuan Logistik Mulai Mengalir

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Sumatra

Tim penyelamat mengarungi banjir dengan memegang tali dalam upaya mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka di Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Warga memindahkan sepeda motor di tengah banjir bandang di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, Jumat (28/11).

MEDAN (BP) – Banjir besar menerjang sebagai wilayah Sumatra khususnya Sumatra Utara, Aceh dan sebagian Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir. Selain karena faktor cuaca, banjir bandang diduga kuat terjadi karena rusaknya ekosistem alam karena aktivitas pertambangan dan pembalakan hutan.

Sejumlah titik di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, hingga Kota Medan terendam air setinggi 50–150 sentimeter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan ratusan warga mengungsi ke fasilitas
umum setempat karena rumah mereka tidak lagi layak dihuni.

Di beberapa wilayah, akses jalan terputus akibat arus deras dan tumpukan material yang terbawa banjir. Sejumlah warga mengaku belum mendapatkan suplai pangan yang memadai sejak hari pertama banjir.
“Air naik cepat sekali. Kami hanya bisa menyelamatkan pakaian anak dan dokumen,” kata salah seorang warga di Kecamatan Stabat.

Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, sejumlah instansi dan lembaga mulai menyalurkan bantuan logistik. Salah satunya adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang mengirim paket kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak.
Bantuan tahap pertama senilai Rp180 juta itu mencakup bahan pangan seperti beras, minyak goreng, mie instan, air mineral, telur, serta obat-obatan dan perlengkapan ibu dan anak.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa pengiriman bantuan dilakukan berkoordinasi dengan BPBD dan BNPB agar dapat menjangkau titik yang paling membutuhkan.

“Distribusi awal difokuskan untuk wilayah di Sumatra Utara dan Aceh yang membutuhkan suplai logistik paling mendesak,” ujar Fajriyah melalui keterangannya.
Selain bantuan dari pos perusahaan di Sumatra, PGN juga mengirimkan dukungan tambahan dari Jakarta. Pengi­riman dilakukan secara bertahap melalui kerja sama dengan BNPB dan stakeholder terkait menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma.

BNPB menyebut distribusi bantuan akan diprioritaskan ke tiga provinsi, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, menyesuaikan tingkat kerusakan dan jumlah warga terdampak di masing-masing daerah.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan terkait kebutuhan pengungsi, terutama akses air bersih, pangan, dan layanan kesehatan.

Hingga Sabtu malam (29/11), proses evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan. Aparat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan setempat masih berjibaku menembus wilayah yang sulit diakses akibat genangan dan lumpur.

Pemerintah mengimbau warga di daerah rawan untuk tetap waspada mengingat potensi hujan deras masih tinggi dalam beberapa hari ke depan menurut prakiraan BMKG. (*)

Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol