Buka konten ini

BATAM (BP) – Setelah 12 tahun vakum, ajang bergengsi Batam International Sea Eagle Boat Race kembali memecah riuh perairan Elang-Elang Laut, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Jumat (28/11). Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Kembalinya event maritim ikonik ini mendapat sambutan meriah dari ribuan warga, wisatawan, hingga peserta dari berbagai daerah dan negara. Sejak pagi, pesisir Belakangpadang sudah dipadati penonton, pelaku UMKM, peserta lomba, serta tamu undangan.
Perlombaan perahu tradisional ini menjadi momentum kebangkitan wisata bahari di wilayah hinterland Batam. Tahun ini, panitia menyiapkan total hadiah Rp164 juta yang diperebutkan melalui dua kategori, yakni Kategori Umum yang diikuti peserta dari Johor, Singapura, Terengganu, Sulawesi, Jawa Barat, dan Batam; serta Kategori Antar-OPD yang melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam.
Sebanyak 30 tim turut berlaga, menjadikan Sea Eagle Boat Race sebagai salah satu kompetisi perahu tradisional terbesar yang pernah digelar di Belakangpadang.
Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kembali event tersebut.
“Setelah 12 tahun vakum, Sea Eagle Boat Race akhirnya kembali digelar berkat kerja keras kita semua. Ini menjadi kebanggaan masyarakat Belakangpadang sekaligus mempertegas identitas maritim Kota Batam,” ujarnya.
Firmansyah juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan selama bertanding, mengingat arena perlombaan berada di laut yang memerlukan kewaspadaan ekstra.
Selain perlombaan, pengunjung turut disuguhkan atraksi budaya, hiburan pesisir, serta bazar UMKM yang menampilkan kekayaan lokal Belakangpadang.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemko Batam dalam mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat promosi wilayah hinterland sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
Tahun ini, Sea Eagle Boat Race bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) untuk memastikan kompetisi berjalan sesuai standar olahraga dayung nasional. Sistem perlombaan, regulasi keselamatan, hingga teknis penjurian mengikuti format kejuaraan resmi.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan kualitas perlombaan dan menarik lebih banyak peserta profesional pada edisi berikutnya.
Event ini diikuti tim dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta internasional, termasuk Johor Racing Team dari Malaysia dan tim Gajah Mada Indonesia dari Jawa Barat. Mereka bersaing dalam berbagai kelas boat berkecepatan tinggi dengan lintasan di perairan Elang-Elang Laut. Untuk mendukung jalannya kejuaraan, Disbudpar menyiapkan lima unit boat Sea Eagle baru yang siap digunakan.
Selain menjadi ajang olahraga laut, kegiatan ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM dan sektor transportasi laut. Ratusan wisatawan diperkirakan hadir selama event berlangsung.
Bahkan, kata Ardi, pengunjung bisa mencarter boat pancung yang disediakan untuk menyaksikan perlombaan dari atas perahu, sehingga dapat merasakan adrenalin peserta dari dekat.
“Kami optimistis kejuaraan ini dapat menjadi ikon baru wisata bahari dan memberikan multiplier effect (efek berganda) bagi masyarakat Belakangpadang,” ujar Ardi. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK