Buka konten ini
BATAM (BP) – Ceceran tanah dari truk proyek kembali memicu keresahan warga di kawasan Sambau hingga Batubesar. Material tanah yang berjatuhan dari bak truk tanpa penutup itu membuat permukaan jalan licin dan berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua.
Pantauan di lapangan memperlihatkan lapisan tanah basah menempel di badan jalan dan menumpuk di sejumlah titik. Saat hujan turun, kondisi jalan berubah semakin licin seperti lumpur sehingga rawan memicu kecelakaan.
Kekhawatiran itu terbukti pada Jumat (28/11) pagi. Seorang perempuan pengendara motor, Tika, terjatuh di Jalan Dang Merdu, Batubesar, ketika hendak berangkat kerja. Hujan sejak dini hari membuat ceceran tanah semakin licin.
Tika yang melaju dengan kecepatan normal mendadak kehilangan kendali dan tergelincir. Motornya roboh, sementara tubuhnya terseret beberapa meter sebelum warga yang melihat kejadian segera menolongnya.
“Tadi mau berangkat tiba-tiba oleng, kondisi jalan licin karena habis hujan. Alhamdulillah ada pengendara yang menolong,” ujar Tika.
Ia kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara karena mengalami luka pada kaki dan tangan hingga sulit berjalan. Meski tidak mengalami patah tulang, bengkak dan luka membuatnya harus menjalani perawatan.
“Luka di kaki dan tangan, kaki bengkak. Tadi pandangan sempat gelap,” tuturnya.
Seorang warga, Siti, mengatakan kecelakaan akibat jalan licin seperti itu bukan pertama kali terjadi. Truk bermuatan tanah, menurutnya, sudah lama menjadi keluhan warga karena kerap melintas tanpa penutup bak.
“Kalau hujan, jalannya licin sekali. Sudah banyak yang jatuh, terutama pengendara motor. Apalagi ada lubang-lubang jalan yang makin berbahaya,” ujar Siti kepada Batam Pos.
Ia menyebut aktivitas proyek yang tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan membuat warga semakin cemas. Puluhan truk melintas setiap hari, meninggalkan ceceran tanah tanpa ada pembersihan rutin.
Warga meminta pengelola proyek dan pemerintah turun tangan untuk menertibkan truk serta membersihkan jalan terdampak. Penutupan bak truk, kata Siti, wajib diberlakukan demi mencegah jatuhnya korban. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO