Buka konten ini
BATAM (BP) – Jaringan Safe Migran Peduli Perempuan dan Anak resmi membuka rangkaian 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (24 HAKTPA) di Sekolah Yos Sudarso, Batam Kota, Jumat (28/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan global 16 Days of Activism Against Gender Violence yang setiap tahun menggaungkan upaya penghapusan kekerasan berbasis gender di seluruh dunia.
Meski kampanye internasional dimulai pada 25 November sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, Jaringan Safe Migran menggelar pembukaannya pada 28 November. Di Batam, gerakan ini dikembangkan menjadi konsep “24 Hari Penuh Kasih Sayang” yang berlangsung 25 November hingga 18 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Migran Internasional.
Ketua Jaringan Safe Migran, Pdt. Musa, menjelaskan bahwa penambahan delapan hari dari kampanye global memiliki makna khusus bagi Batam yang menjadi gerbang migrasi internasional. Perempuan dan anak migran, katanya, merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, hingga perdagangan orang.
“Perpanjangan menjadi 24 hari mengingatkan kita bahwa 18 Desember adalah Hari Migran Internasional. Ini menjadi ruang refleksi dan solidaritas bagi perempuan dan anak migran yang kerap menjadi korban,” ujarnya.
Jaringan yang terdiri dari 15 lembaga pendamping itu mencatat tren kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batam masih mengkhawatirkan. Pada 2023 terdapat 206 korban, meningkat menjadi 209 korban pada 2024. Seluruh korban telah mendapatkan pendampingan dari lembaga-lembaga anggota jaringan.
Mengusung tema nasional “Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman”, Jaringan Safe Migran menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak membutuhkan kolaborasi seluruh pihak—mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. “Kami mendorong pemerintah menghadirkan ruang aman melalui peningkatan kapasitas aparat, aparatur negara, dan masyarakat. Sosialisasi serta implementasi regulasi harus diperluas agar perlindungan benar-benar dirasakan korban,” tegas Musa. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO