Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ketersediaan energi berbiaya terjangkau disebut menjadi pondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa listrik dengan harga kompetitif bukan sekadar urusan tarif, melainkan instrumen utama untuk menarik investor dan membuka lebih banyak peluang kerja di Indonesia.
“Energi yang terjangkau akan menarik investasi baru, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/11).
Menurut Darmawan, upaya menjaga keterjangkauan energi harus berjalan seiring dengan percepatan transisi menuju sumber rendah karbon. Karena itu, arah pembangunan pembangkit PLN kini berfokus pada energi baru terbarukan (EBT) dan teknologi bersih lainnya. “Dalam 10 tahun ke depan, sekitar 76 persen tambahan kapasitas pembangkit berasal dari EBT dan nuklir,” jelasnya.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru, PLN menargetkan penambahan pembangkit hingga 69,5 gigawatt, sebagian besar dari sumber EBT.
Perusahaan juga menyiapkan pembangunan transmisi sekitar 48 ribu kilometer serta gardu induk berkapasitas total 109.000 MVA. Langkah itu diharapkan dapat menarik investasi manufaktur, menekan emisi, dan mengurangi ketergantungan pada energi impor. “Transisi energi hanya bisa berhasil jika regulasinya stabil, kemitraannya kuat, dan industrinya siap,” kata Darmawan.
Ia menambahkan, sinergi antarkementerian, kerja sama internasional, serta dukungan sektor industri sangat menentukan keberhasilan transformasi energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat. “Pemerintah mendukung penuh, dan kita sedang membangun ekosistem agar semuanya bisa lebih produktif dan bergerak bersama,” pungkasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO