Buka konten ini

LAS VEGAS (BP) – Christian Horner tampaknya tidak akan lama menganggur di paddock Formula 1. Setelah didepak Red Bull Racing pada Juli lalu, dia kini mencuat sebagai salah satu kandidat pengganti Andy Cowell untuk posisi CEO sekaligus team principal Aston Martin.
Menurut laporan BBC, pemilik Aston Martin F1, Lawrence Stroll, akan segera menentukan team principal baru. Itu menyusul perselisihan antara Cowell dan mitra teknis serta pengelola baru tim, Adrian Newey. Horner menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan. Bukan hanya sebagai pemimpin operasional, tetapi juga calon pemegang saham.
Meski begitu, Aston Martin masih enggan menanggapi isu tersebut. “Tim tidak akan terlibat dalam rumor atau spekulasi. Fokus kami adalah memaksimalkan performa di sisa balapan dan mempersiapkan diri untuk 2026,” ujar juru bicara tim dikutip dari BBC.
Selain Horner, Stroll disebut telah menghubungi sejumlah figur top lain. Diantaranya mantan kepala tim McLaren Andreas Seidl, kepala proyek Audi F1 Mattia Binotto, serta mantan CEO Aston Martin Martin Whitmarsh. Nama terakhir sudah menolak untuk kembali.
“Saya meninggalkan Aston Martin pada 2023. Meskipun Lawrence sangat baik, saya tidak lagi menginginkan peran di tim tersebut,” kata Whitmarsh kepada BBC.
Lebih lanjut, situasi jadi kian menarik karena Newey sebelumnya dikabarkan meninggalkan Red Bull akibat renggangnya hubungan dengan Horner. Seorang sumber internal Red Bull menyebut Newey pernah mengatakan bahwa dia tidak ingin berada di ruangan yang sama dengan Horner. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO