Buka konten ini

BALI (BP) – Bali menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan harga dan tingkat hunian properti yang paling menonjol. Statusnya sebagai destinasi wisata favorit membuat pembangunan properti di Pulau Dewata terus meluas. Tidak hanya masyarakat lokal dan warga Indonesia, investor asing pun ikut meraup keuntungan dari bisnis properti di kawasan ini.
Pada 2025, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan, di antaranya 6,5 juta wisatawan mancanegara. Angka tersebut sedikit meningkat dibanding jumlah kunjungan wisman tahun 2024 yang berada di kisaran 6,3 juta.
Shanny Poijes, Founder & CEO CORE Concept Living, menyebut pandemi COVID-19 telah membuka pasar baru bagi sektor properti di Bali. Mereka yang ingin menetap, bekerja jarak jauh, atau berinvestasi di pusat pariwisata Indonesia banyak menjatuhkan pilihan ke Bali.
Menurutnya, perubahan pola kerja selama pandemi membuat siapa pun bisa bekerja dari mana pun. “Bali menjadi salah satu destinasi favorit dari tren ini,” ujarnya.
CORE Concept Living yang dipimpinnya merupakan pengembang hunian premium dengan desain arsitektur yang kuat dan tetap menyatu dengan budaya lokal. Proyek mereka dirancang tidak hanya menarik sebagai unit sewaan, tetapi juga mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang.
Shanny memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti, mulai pengembangan real estat, manajemen aset, hingga penyewaan jangka pendek dan panjang. Ia pernah terlibat dalam berbagai perusahaan rintisan yang kini berkembang pesat, seperti FFAB Fastighetsförädlarna AB di Swedia, City Apartments Stockholm AB, dan SEGAB Sofia.
Di sisi lain, Victoria memiliki rekam jejak lebih dari 18 tahun di bidang produksi dan komunikasi media. Ia telah menangani kampanye pemasaran berbagai merek besar, seperti Lenovo, Eurocard, Volvo, Unibail-Rodamco-Westfield, hingga Bjorn Borg.
Victoria juga mengenal baik industri hospitality karena berasal dari keluarga restaurateur selama dua generasi. Kakeknya, Tore Wretman, dianggap sebagai figur kuliner paling berpengaruh dalam sejarah gastronomi Swedia dan pendiri sejumlah restoran ikonik di Stockholm.
CORE Concept Living menggabungkan presisi khas Skandinavia dengan nuansa Bali, menghadirkan hunian yang menawarkan pengalaman hidup baru di Pulau Dewata. Bagi mereka, Bali adalah kanvas ideal untuk melahirkan karya arsitektur dan hunian berkualitas.
“Kami segera merilis proyek bergaya Skandinavia pertama di Bali dalam beberapa bulan mendatang,” kata Shanny. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO