Buka konten ini
BATAM (BP) – Upaya penataan kanalisasi jalur kendaraan di sejumlah ruas utama Kota Batam mulai menunjukkan hasil positif. Pengaturan jalur khusus sepeda motor di sisi kiri dan jalur mobil di sisi kanan kini semakin dipahami pengendara, terutama di Jalan Jenderal Sudirman, Baloi, yang menjadi salah satu titik uji coba utama.
Pantauan di lapangan menunjukkan pengendara motor lebih tertib berada di dua lajur kiri, sementara kendaraan roda empat menjaga posisi pada tiga lajur kanan. Meski demikian, Satlantas Polresta Barelang menilai masih ada potensi pelanggaran, khususnya di area U-turn serta akses keluar-masuk jalur lambat yang berada di luar row jalan utama.
Anton, salah seorang pengendara motor, mengaku aturan ini membuat berkendara menjadi lebih jelas dan aman. “Sekarang sudah jelas jalurnya. Saya selalu ambil kiri karena itu yang paling aman,” ujarnya, Selasa (25/11). Hal serupa disampaikan Gunawan, pengemudi mobil pribadi, yang berharap seluruh pengguna jalan semakin disiplin. “Ini demi keselamatan bersama,” katanya.
Satlantas Polresta Barelang bersama Dinas Perhubungan Kota Batam memastikan pengawasan dan sosialisasi terus digencarkan. Personel ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk memberikan edukasi langsung serta mencegah pelanggaran yang dapat memicu kecelakaan.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menegaskan bahwa kanalisasi bukan sekadar mengatur jalur, tetapi bagian dari strategi jangka panjang menekan angka kecelakaan. “Jalur kiri kami tekankan sebagai zona aman bagi roda dua. Ini upaya membangun budaya tertib berkendara,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan rekayasa lalu lintas sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. “Jika semua taat jalur, risiko senggolan dan tabrakan dapat ditekan secara signifikan. Kami ingin kebiasaan tertib menjadi budaya masyarakat Batam,” tambahnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, sebelumnya juga mengingatkan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga keselamatan. Ia meminta setiap pengendara melengkapi dokumen, memenuhi perlengkapan berkendara, serta mematuhi aturan yang berlaku. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Taat di jalan adalah kunci agar kita pulang selamat kepada keluarga,” tegasnya.
Ia menambahkan, edukasi keselamatan terus digencarkan melalui sekolah, kampus, komunitas masyarakat, hingga media sosial untuk memperluas pemahaman publik.
Dengan meningkatnya tingkat kepatuhan pengendara, penataan lalu lintas di Batam diharapkan semakin aman, tertib, dan nyaman. Satlantas Polresta Barelang memastikan pengawasan akan diperkuat hingga budaya tertib berkendara benar-benar mengakar di masyarakat. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO